oleh

17 Tahun Kabupaten Aru, Galangoga Minta Semua Pihak Bersatu Bangun Aru

Dobo, Kepulauan Aru, SP. Com. Tonci Galangoga selaku Ketua Dewan Adat Aru (DAA) Kabupaten Kepulauan Aru saat ditemuai sejumlah wartawan usai mengikuti upacara memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Aru yang ke-17 tahun pada Jumat (18/12/2020), memintah kepada semua pihak di Aru, baik itu Pemerintah, Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarat, Tokoh Perempuan dan unsur kemasyarakatan lainnya untuk tetap bersatu dalam membangun Kabupaten Kepulauan Aru kedepan yang lebih baik lagi.

Galangoga berharap di usia yang ke-17 tahun Kabupaten Kepulauan Aru ini, semua pihak harus bersatu, semua pemikir di Kabupaten Kepulauan Aru yang juga melibatkan Birokrasi, Insan Pers maupun TNI-Polri harus duduk sama-sama dan merumuskan sejarah Kabupaten Kepulauan Aru yang merupakan hasil dari perjuangan keras orang tua-tua Aru tempo itu, yang saat ini mereka sudah tiada, untuk tetap dilanjutkan oleh generasi penerus Aru masa kini, demi kemajuan negeri Mutiara Indah Cendrawasih Lestari ini kedepan.

“Harapan kita itu, yang pertama itu bersatu, yang kedua itu, semua pemikir Kepulauan Aru, baik itu Birokrasi, Pers, TNI-Polri, maupun semua Intelektual orang Aru suda harus duduk, berfikir bagaimana bisa menyusun sebuah sejarah karena ini adalah perjuangan org tua kita dari dulu, semua mereka sudah tidak ada, yang melanjutkan ini adalah bapa-bapa selaku generasi penerus Aru.” Ujar Galangoga.

Terkait hal-hal apa saja yang dirasakan masih kurang di Kabupaten Kepulauan Aru sampai dengan usia yang ke-17 tahun ini, Tonci Galangoga mengaku bahwa Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu kabupaten baru di Provinsi Maluku, sehingga tentunya masih perlu adanya pembenahan-pembenahan, namun yang lebih terpenting dan sangat diharapkan dari tua adat Aru yang satu ini adalah bersatu.

“Bersatu, berkoordinasi, terutama generasi muda agar saling memberikan pikiran-pikiran untuk melengkapi apa yang masih menjadi kekurangan kita. Kita tidak bisa bilang masih banyak kekurangan, karena ini kan baru berusia 17 tahun, jadi mari kita sama-sama bekerja dan berdoa untuk kemajuan Aru ini kedepan.” Jelasnya.

Tonci memintah kepada generasi muda orang Aru agar menyuarakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, secepatnya membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk mengamankan hasil Seminar Adat Nusantara orang Aru pada tahun 2006 lalu, yang mengatur tentang semua hal, termasuk di dalamnya hak-hak ulayat orang Aru, simbol-simbol kedaerahan, yang pada saat itu dokumenya ditandatangani oleh semua etnis.
Simbol-simbol adat orang Aru yang dimaksudkan, lanjut Tonci, seperti contoh Mata Belang sebagai lambang pemersatu bagi orang Aru, yang tidak bisa memisahkan antara orang Aru Tengah, Aru Utara dan Aru Selatan, karena satu lambang Mata belang pasti ada di Aru tengah, ada di Aru Utara dan ada juga di Aru Selatan.

Selain itu, busana atau pakaian adat orang Aru, pakaian adat penjemputan tamu-tamu, rumah-rumah adat yang dibagi dalam beberapa tipe, ada rumah adat induk yang merupakan tempat musyawarah untuk berdoa tentang keslamatan maupun kemajuan negeri ini, tetapi ada juga rumah adat menyelam, yang mana akan dilakukan ritual adat untuk keselamatan orang menyelam dan agar hasil pencaharian bisa bertambah.

Diakhir wawancaranya Tonci tetap masih mengigatkan generasi penerus orang Aru agar lebih agresif mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk segerah memperdakan seluruh apa yang menjadi keputusan bersama dalam Seminar Adat Nusantara orang Aru waktu itu, karena dokumen seminar saat itu telah tersebar ke semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat di Jakarta. (Nus. M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed