oleh

Duta Parenting Maluku Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Aru

Dobo, Kepulauan Aru,- Duta Parenting Provinsi Maluku Ibu Widya Pratiwi Murad Ismail yang juga adalah Istri Gubernur Maluku saat berkunjung di Kabupaten Kepulauan Aru, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melakukan monitoring dan rapat evaluasi percepatan penurunan angka Stunting di Bumi Mutiara Indah Cendrawasi Lestari ini.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 2 Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Jl. Pemda I, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (21/09/2021).

Dalam sambutannya, Duta Parenting Provinsi Maluku mengatakan bahwa penurunan Stunting merupakan program prioritas nasional yang harus dikerjakan bersama, walaupun prevalensi Stunting kemungkinan meningkat akibat Pandemi Covid-19.

Kendati demikian, namun Presiden Jokowi, kata Widya Murad, telah menargetkan pada tahun 2024 nanti, prevalensi Stunting turun hingga 144.

“Ini merupakan target yang cukup besar, oleh karena itu Presiden memberikan arahan agar mengambil langkah-langkah yang yang tidak biasa atau extra ordinary, salah satunya melalui pemberdayaan keluarga sehat,” Ujar Duta Parenting.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Widya, Tim Penggerak PKK Pusat telah mencanangkan Pilot Project Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana.

“Penandatanganan Mou atau Nota Kesepakatan antara Bapak Gubernur dengan Bupati/Walikota dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting juga sudah dilakukan, jadi kedatangan saya ke Kabupaten Kepulauan Aru kali ini adalah untuk mengingatkan kembali komitmen kita bersama, baik saya sebagai Duta Parenting maupun Jinang Parenting untuk memerangi stunting,” jelas Widya Murad.

Sebagai Ina Lattu Maluku, Widya Murad Ismael mengatakan, ini merupakan Pilot Project yang penting untuk dilaksanakan oleh TP. PKK, termasuk TP. PKK Kabupaten Kepulauan Aru, dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting.

“Saya sebagai Ina Latu Maluku, Ibunya anak-anak Maluku mengunjungi Kabupaten Kepulauan Aru untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru,” ucapnya.

Dikatakan bahwa ketika mengunjungi beberapa kabupaten yang merupakan lokasi stunting, menunjukkan intervensi yang dilakukan belum dilaksanakan secara konvergen. Ego program dan ego sektoral masih mendominasi pelaksanaan kegiatan, sehingga indikator capaian Stunting di beberapa Kabupaten perlu untuk lebih ditingkatkan lagi.

“Khusus untuk Kabupaten Kepulauan Aru, dari hasil penilaian kinerja aksi konvergensi tahun 2021,
memperlihatkan bahwa para pengambil kebijakan di negeri Jargaria harus bekerja keras lagi untuk membangun Bumi Jargaria agar terbebas dari banyak masalah termasuk masih tingginya angka stunting,” ketusnya.

Di sisi lain, Widya Murad mengaku sangat optimis jika ada kerjasama yang baik serta adanya upayah keras melalui konvergensi dan konsolidasi program, upayah percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan dengan baik pula, maka anak-anak di Aru maupun di Maluku secara umum, bisa terhindar dari stunting dan dapat menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Pada kesempatan ini saya mengajak kita bersama, mari kita perangi Stunting untuk mewujudkan anak-anak Bumi Jargaria menjadi generasi Unggul dan Berprestasi,” Tutup Ibu Gubernur Maluku.(Nus.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed