oleh

Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan Menggelar Bimtek Koordinasi Monev Dan Pelaporan Perlindungan Perkebunan.

Ambon. Suarapaparisa.com, Berawal Dari Aspirasi yang disampaikan, Saadiah Uluputty.ST Anggota DPR RI asal Maluku diruang Komisi IV DPR RI pusat, terkait sektor perkebunan Di-Indonesia agar pemerintah pusat lebih memperhatikan Khusus Endemik Maluku sebagai daerah penghasil,rempah-rempah, yang terkenal dengan Cengkeh dan Pala, namun kurang perhatian dari Pemerintah Pusat. Demikian disampaikan anggota komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty, ST asal Maluku, saat diwawancarai wartawan usai membuka  Bimtek Koodinasi Monev Dan Pelaporan Perlindungan Perkebunan berlangsung di-Grand Avira Hotel, Jumat 14 Juli 2023. 

Dikatakan, hingga saat ini perhatian pemerintah pusat sangat kurang, kususnya untuk Provinsi Maluku  yang sejak dahulu terkenal dengan penghasilan rempah-rempah Pala dan Cengkeh.

Untuk itu kiranya kedepan ini terus ada perhatian untuk dapat membenahi,pertanian, sektor perkebunan di-Maluku, misalkan dari sisi konsepnya,bagaimana pengelolaannya, dari hulu kehilir, pasca panennya, pemilihan bibit unggulnya, juga terkait  dengan serangan hama penyakit. Karenanya Kami bersama dari Kementerian Pertanian dipimpin ibu Ester,sebagai koordinator IV, langsung  datang ke-Maluku, dan menggelar Bimtek Koordinasi Monev Dan Pelaporan Perlindungan, Perkebunan ditiga Kabupaten Kota yakni, Kota Ambon, Kabupaten, Maluku Tengah Dan Kabupaten Buru Selatan, khususnya di-Batabual.

Menurut Saadiah Uluputty. ST beberapa waktu lalu pihaknya dengan rombongan berkunjung ke-Seram timur,dalam perjalanan terlihat,banyak pohon cengkeh yang mati atau tumbang, itu berarti mengancam, produksi rempah-rempah, cengkeh dan pala di-Maluku, karena ribuan pohon cengkeh yang mati, demikian juga sewaktu kunjungan kekabupaten Buru Selatan, tepatnya di-Batabual kondisinya juga sama.

Untuk itu dalam pertemuan dengan Kementerian, Pertanian Kami menyampaikan dan menyuarakan, supaya harus ada perhatian dan solusi, agar tanaman cengkeh, pala dan juga kelapa, terus diperhatikan, dicari akar permasalahannya, misalkan apa saja yang mengakibatkan cengkeh dan pala, terutama cengkah bisa mati dalam jumlah yang banyak.

Kemudian produksi dan panen, musimnya tidak setiap tahun, namun beberapa tahun baru keluar hasil, atau berbuah, ini juga harus  dikaji, pihak para ahli, karenanya Bimtek ini juga melibatkan dari Dinas Pertanian Provinsi, BPTP, Balai Besar Benih dari Unpatti, sehingga terjadi kolaborasi bersama dengan anggota DPR-RI, kita bergerak bersama agar solusi ataupun upaya yang dilakukan berdampak kepada peningkatan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat sehingga kita jadikan Maluku ini sebagai Provinsi penghasil Cengkeh dan Pala,terbesar di-Indonesia, “tutup Saadiah Uluputty.  (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed