oleh

SMK Negeri 3  Meluluskan 394 Siswa Dari 396 Yang Ikut Ujian.

Suarapaparisa.com, Jumlah siswa yang belajar di-SMK Negeri 3 Ambon yang berdomisili di desa Waiheru sebanyak 1236 siswa sedangkan ditahun ajaran 2020-2021, SMK Negeri 3 Ambon, khusus untuk kelas XII meluluskan 394 dari 396 siswa yang ikut ujian dengan presentasi  99,05 persen, karena 2 siswa mengundurkan diri sehingga dinyatakan tidak lulus.

Mereka dipersiapkan dengan mengikuti protokol kesehatan, tempat cuci tangan disiapkan, masker disiapkan dan jarak tempat duduk, karena ujian menganut sistim daring dan juga tatap muka, praktek,”Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri 3 Ambon, Slamet Riyadi, S.Pd kepada media ini saat ditemui diruang kerjanya, Selasa 8 Juni 2021.

Dikatakan, 394 siswa yang dinyatakan lulus setelah melalui rapat penentuan kekelulusan dewan guru, dengan kepala sekolah dibarengi dengan para siswa sudah mengikuti ujian sekolah, ujian kompetensi, sebenarrnya siswa yang mengikuti ujian sebanyak 396 siswa, 2 siswa dinyatakan tidak lulus, karena mengundurkan diri sehingga yang lulus ujian 394 siswa dengan presentasi kelulusan 99,05 persen, kini para siswa yang lulus tinggal pengambilan ijazah, “ungkapnya.

Menurutnya, siswa terbanyak di Kota Ambon, khusus untuk SMK adalah SMK Negeri 3 Ambon,yang berkedudukan di desa Waiheru, dengan jumlah siswa keseluruhan, 1236 siswa, dimana kelas X ,435 siswa, kelas XI, 307 siswa, dan mereka masih menjalankan test kenaikan kelas.

Untuk tahun ajaran baru, animo siswa sangat banyak, namun nantinya harus mengikuti test masuk penerimaan siswa sesuai kuota yang ditentukan per kelas minimal 20 siswa karena sudah memasuki PBM tatap muka.

Untuk test awal tinggi harus 1,55 meter, untuk jurusan mesin, tidak buta warna, selanjutnya masuk dalam test akademik.

SMKN 3 memiliki 5 program keahlian, dengan 7 kompetensi. Program keahlian efektif bangunan, berikut teknik instalasi tenaga listrik, outomotif, terdiri dari teknik kendaraan ringan, dan alat berat. Keahlian mesin, untuk maritim, ada teknik penangkap ikan, nautika, niaga, nautika penangkap ikan,”ungkapnya.

Diharapkan, orang tua ikut berpatisipasi baik dalam pengawasan terhadap anak maupun biaya, karena SMK adalah sekolah dengan membutuhkan biaya tinggi.”tutup Slamet.  (L2B)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed