oleh

Sering Diperlakukan Kasar Oleh Ayah Kandung, 2 Wanita Muda Nekat Kabur Gunakan Karton Besar

Suarapaparisa.com, Dobo, Kepulauan Aru,- Sebagaimana akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di publik terkait aksi nekat 2 orang Wanita muda yang hendak kabur menggunakan KM. SIRIMAU dengan cara memasukan diri dalam 2 buah karoton besar, namun digagalkan oleh petugas Polisi di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Sabtu (22/10/2022), kini telah ditemukan motifnya.

Setelah Polisi melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, ternyata aksi nekat yang dilakukan oleh Kaka beradik, Maria Fanumbi (24) dan Magdalena Fanumbi (12) hanyalah semata-mata ingin kabur dari Ayah kandung mereka dan kembali ke Ibu kandung mereka di Saumlaki karena sering diperlakukan kasar oleh Ayah kandung mereka.

Kapolres Kepulauan Aru melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru, Iptu Andi Amrin saat melakukan press realese terkait kasus tersebut di Mapolres Aru, Senin (24/10/2022), membenarkan bahwa kasus tersebut bukan merupakan kasus penyeludupan, tetapi kedua Kaka beradik itu menggunakan cara demikian dengan maksud agar dapat menghindari diri dari Ayah kandung mereka.

Diketahui, Maria Fanumbi dan Magdalena Fanumbi bukan penumpang ilegal, karena sebelumnya mereka telah membeli tiket, namun untuk menghindar dari Ayah kandung mereka, hanya itu satu-satunya cara yang menurut mereka bisa menyelamatkan mereka kabur dan kembali ke pangkuan Ibu kandung mereka di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa aksi tidak biasa kedua anak ini, karena sebelumnya sudah ada koordinasi antara Ibu kandung mereka dengan seorang pemuda asal daerah yang sama (Saumlaki) bernama lengkap Julianus Kilanmasse untuk membawa kabur kedua anak tersebut pulang ke kampung halaman mereka di Desa Adaut untuk bertemu dengan Ibu Kandung mereka.

Menurut Kasat Reskrim, setelah mendengar kejadian tersebut, Ibu kandung maupun keluarga besar Maria Fanumbi dan Magdalena Fanumbi di Saumlaki telah melakukan koordinasi sehingga kedua anak tersebut bersama Saudara Julianus Kilanmasse diamankan di Kompi Senapan E Batalayon 734/SNS, Belakang Wamar Dobo untuk diberangkatkan ke Saumlaki.

Sementara itu, Maria Fanumbi dihadapan Polisi, dia mengaku bahwa mereka berdua sendirilah yang meminta untuk dimasukan kedalam karton tersebut dan bukan diseludupkan oleh Julianus Kilanmasse.

“Katong dua yang minta untuk masukan dalam karton itu,” ujarnya.

Maria menjelaskan bahwa dirinya bersama Magdalena adiknya tidak tahan lagi dengan perilaku bapaknya yang selalu melakukan kekerasan terhadap mereka.

Mereka berdua sering mengalami ancaman dan tindakan kekerasan dari Ayah kandung mereka.

“Katong dua sering dipukul bahkan di maki oleh bapak, jadi katong dua keluar dari rumah, beta punya Ijazah beta titip di teman, antua pukul katong waktu antua punya akar suanggi hilang, dan antua ancam katong dua,” tutur Maria sambil menangis.

Dengan demikian, maka tutuduhan Ayah kandung kedua anak tersebut bahwa Julianus Kilanmasse menjalin hubungan asmara dengan Maria Fanumbi sehingga ingin membawa kabur Maria dan adiknya, itu tidak benar, malahan Julianus bertindak bak pahlawan untuk membawa pulang kedua anak itu ke kampung halaman mereka, sebagaimana amanat yang telah disampaikan Ibu kandung Mei dan Ena.

Kedua orang tua Maria dan Magdalena, belakangan baru diketahui kalau mereka telah lama tidak menjalin rumah tangga yang hamonis lagi alias telah bercerai.(NM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed