oleh

SMP Negeri 10 Ambon Mendeklarasi Tolak Bulling

Suarapaparsa.com, Sebagai salah satu sekolah yang mengharapkan perubahan, anti Perundungan, SMP Negeri 10 yang berkedudukan didesa Kayu Putih Gelar Deklarasi Tolak Bullying, sambil ber-Komitmen, bersikap hormat terhadap perasaan teman serta menghargai sudut pandang mereka, memberikan penghormatan kepada para pendidik dan berkomitmen menghapus prilaku perundungan dilingkungan sekolah. Kegiatan Deklarasi Tolak Bullying, berlangsung dipersekolahan tersebut 7 Desember 2023.

Mengawali kegiatan deklarasi, Babinkamtibmas Negeri Soya Kecamatan Sirimau, Bripka ,Glen.Matatula memberikan sosialisasi kepada seluruh siswa dan guru SMP Negeri 10.

Dalam wawancaranya Babinkamtibmas Negeri Soya Bripka Glen Matatula, menyebutkan, pihak sekolah meminta agar pihak Kepolisian yang diwakili Bripka Glen Matatula selaku Babinkamtibmas Negeri Soya Kecamatan Sirimau dapat memberikan sosialisasi tentang dampak Bullying kepada para pelajar, dan melalui sosialisasi ini hasilnya dapat mencegah para pelajar untuk tidak kena Bullying. Sebagai contoh, mungkin ada pelajar yang pernah dibullying, ditindas yang berakibat fatal,yaitu merobah pola pikir yang biasa berdampak tidak mau lagi belajar disekolah, dengan alasan ke sekolah nanti pasti dibullying, akibat mereka menghindar dan tidak lagi mau pergi kesekolah. Akibatnya berdampak negative terkait pendidikan mereka kedepan, ungkap Bripka Matatula.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala SMP Negeri 10 Ambon, Ny. W. Tuhumury. S.Pd, mengemukakan, kegiatan Deklarasi Bullying ini sudah digelar sejak Senin, 4 Desember 2023, melalui Tema, Bangunlah Jiwa Raganya, serta Topik, Tolak Bullying, dengan tujuan agar peseta didik dapat merubah pola pikir agar tidak lagi, melakukan hal-hal yang tidak baik kepada sesama teman, dan dianggap pengaruhnya sangat kecil, namun terbalik pengaruhnya sangat besar bagi perkembangan anak itu kedepan.

Selain itu terkait dengan Deklarasi Tolak Bullying, pihak sekolah mengundang Kepolisian untuk memberikan sosalisasi bagaiman Bullying itu tidak baik untuk dilakukan. Namun sebelumnya para siswa telah diberikan pembekalan Bullying dan Dampaknya oleh Ibu Siahaya, dilanjutkan oleh fasilitator dari guru-guru, kelas VII dan VIII SMP Negeri 10 Ambon.
Selain itu juga pentas ,dan praktek Bullying yang dibawakan para siswa, sekaligus cara penanggulangannya sampai selesai yang dilakukan sebagai contoh.

Kiranya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini dapat dimaknai oleh para siswa, dengan dimensi kreatif dan gotong royong dimana perilaku anak didik harus benar menggunakan akal pikiran mereka, untuk belajar dengan baik sambil bekerjasama. Dengan begitu diharapkan setelah Deklarasi Tolak Bullying tidak ada lagi Bullying di-SMP Negeri 10 Ambon, “tutup Tuhumury. (Izaak).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed