SP.COM, DOBO, KEPULAUAN ARU — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 berlangsung khidmat di halaman Kantor Sabandar UPP Kelas III Dobo, Kamis (17/9/2026), dengan UPP Kelas III Dobo selaku tuan rumah. Upacara berjalan aman, tertib, dan lancar.
Usai kegiatan, Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, S.E., memberikan keterangan pers di hadapan puluhan awak media.
“Hari ini, tanggal 17 September 2026, tepat jatuh pada Hari Perhubungan Nasional ke-55. Kegiatan telah dilaksanakan dan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Penyerahan Simbolis Pas Kecil
Bertepatan dengan momen tersebut, UPP Kelas III Dobo menyerahkan secara simbolis dokumen Pas Kecil kepada 30 pemilik kapal motor berukuran 7 GT ke bawah. Penyerahan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohamad Djumpa, M.Si.
“Selain 30 orang yang menerima hari ini, kami juga telah membagikan Pas Kecil kepada pemilik transportasi laut di seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Aru. Semoga dengan dokumen resmi ini, pelaku transportasi laut di wilayah kita semakin terlindungi dan tertib administrasi,” tambah Ruswan.
Kesiapan Arus Mudik Natal & Tahun Baru
Menjelang bulan depan, pihak UPP Dobo juga menegaskan kesiapan menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru.
“Kami sedang menyiapkan 1.500 armada laut yang akan beroperasi di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo. Koordinasi telah dilakukan jauh-jauh hari dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Maluku, maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkapnya.
Armada tersebut mencakup kapal Sabuk Nusantara, kapal feri SDP, kapal feri Pemkab Aru, hingga Pakal Putih — melayani rute antarwilayah, termasuk dari arah Papua maupun daerah lain, hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Tujuannya, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat bepergian, baik jalur berbayar maupun layanan gratis yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.
“Semoga semua persiapan ini menjamin kenyamanan dan keamanan para pemudik. Selamat memperingati Hari Perhubungan Nasional ke-55! Semangat: Merdeka NKRI Harga Mati!” pungkas Ruswan.(*)










Komentar