Bursel, SP. Com. Sejumlah Tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) Perawat dan Bidan di RSUD Namrole mendatangi halaman kantor Bupati Buru Selatan sempat berkumpul di depan kantor bupati buru selatan para perawat dan bidan yg berkumpul itu recananya akan melakukan mogok kerja tepat hari Senin 13/7/2020 pada pukul 11, 50 Wit. Para PTT Bidan dan Perawat mendatangi kantor Bupati terkait pemotongan gaji honor sebesar 25 persen dari gaji mereka yang biasanya mereka terima.

Menurut Direktur RSUD Namrole Daud yang dikonfirmasi para media di depan kantor Bupati Buru Selatan menjelaskan bahwa, iya sebagai manusia punyak hak tapi yah kita tunggu saja, ada penjelasan nantinya, karna itu edaran pemerintah yang harus kita hormati dan hargai pemotongan gaji honor bidan dan perawat sebesar 25 persen dari gaji mereka, termasuk PNS, Pimpinan semua dapat potong.

Waktu di tanya terkait kedatangan para PTT Bidan dan Perawat ke kantor Bupati Buru Selatan untuk mogok kerja menurut Daud, “kalau mogok kerja, saya tidak ketahui tetapi pelayanan tetap jalan di RSUD Namrole karna yang datang ke kantor Bupati itu mereka tidak yang tidak shiff, karena ada yang shiff,” Jelasnya.
Ditempat terpisah, Bapak Bupati Kabupaten Buru Selatan DR. Tagop Soulisa, SH, MT usai membuka kegiatan launching komunitas baca bupolo di aula SMA 7 Namrole selang 1 jam kemudian Bupati Bursel bersama Sekda Iskandar Walla, Kepala Bappeda Kader Tuasamu, Kepala BKSDM Suka Tualeka dan beberapa rombongan langsung menuju RSUD Namrole dan melakukan pertemuan langsung bersama PTT Bidan dan Perawat serta seluruh staf, pimpinan dan Direktur RSUD Namrole Daud.

Usai melakukan rapat kerja sekitar sejam di ruangan RSUD, Bupati Bursel menjelaskan bahwa, pertemuan tadi berkaitan dengan penyampaian aspirasi PTT tenaga perawat medis berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan regulasi nasional pemotongan gaji karna saat ini beban daerah semakin berat.
“Kebijakan daerah sampai dengan bulan Desember dan tunjungan eselon I, II semua terpaksa itu di potong baik itu di semua Badan, Dinas, dimana yang Sarjana gajinya Rp.1 juta dan SMA gajinya Rp.750.000 dan cleaning servis, driver 1 juta semua tetap kita potong termasuk saya (Bupati) dan Pak Sekda dan lain-lainnya”,”paparnya.
Jadi pemotongan ini berkaitan dengan regulasi dan kebijakan daerah, dan kita di daerah masih memenuhi standar minimal.
Lanjutnya, maka itu, kita potong itu, kurang lebih enam bulan pemotongan ini, berdasarkan keputusan nasional. dan nantinya kalau daerah sudah normal dari pandemi covid 19, baru kita normalkan gaji PTT.
Kemudian ketika ditanya soal PTT yang dirumahkan, “kata Tagop, ‘tidak ada PTT yang dirumahkan, di Namrole tetap kerja seperti biasa dan tidak ada yang pecat ketika dirumahkan, yang tenaga medis satu hari masuk, satu hari libur sedangkan untuk tenaga administrasi satu minggu 3 kali masuk,”jelasnya.

Jadi masih mendingan di Kabupaten Bursel dibandingkan daerah-daerah lain, yang gaji PTT mereka kecil, “tutup orang Nomor 1 di Buru Selatan ini. (BRF)










Komentar