oleh

Yayasan Kakehang Peduli Maluku Turun Langsung Beri Bantuan Kemanusiaan Untuk Masihulan, Rumah Olat, dan Keluarga Korban di Wahai

SUARAPAPARISA.COM, Yayasan Kakehang Peduli Maluku melaksanakan aksi turun langsung ke lokasi akibat konflik Masihulan dengan penyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat pada Jumat, 11/04/2025.

Bantuan berupa material dan moril terus berdatangan untuk masyarakat Masihulan, dari Pemda, Gereja dan juga Sumber lainnya. Bantuan yang diberikan oleh Yayasan Kakehang Peduli Maluku berupa bantuan semen 100 bantal, minyak tanah 60 gen, seragam sekolah dan pramuka serta sepatu sekolah bagi masyarakat di Masihulan.

Jondri Patalatu selaku pihak Pemerintah Desa Masihulan yang diwawancarai seusai penyerahan bantuan, menyampaikan bahwa, masyarakat Masihulan sangat mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Pihak Yayasan Kakehang Peduli Maluku terhadap mereka, dengan melihat keadaan yang sedang dialami saat ini.

“Kami berharap kedepannya dari peristiwa yang terjadi, kita dapat hidup menjunjung tinggi kedamaian, orang basudara, karena peristiwa ini berdampak bagi semua aspek kehidupan. Semoga bantuan-bantuan yang diberikan digunakan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Jondri juga mengucapkan apresiasi kepada aparat TNI/Polri yang sudah bekerja keras dalam menjaga aktifitas keamanan di Masihulan. Ia berharap Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten untuk segera merespon terhadap pembangun rumah yang terbakar, sebab mereka tidak selamanya tinggal di tempat pengungsian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Peduli Maluku, Rustam Hidayat Rumadaul menyampaikan rasa syukur atas hari ini kepada Bapak Kades dan Ibu Majelis Jemaat serta masyarakat karena telah menyambut baik kedatangan mereka, dan segala bentuk bantuan bisa terlaksana dengan baik dari pihak-pihak yang menyalurkan bantuan yang dibawa.

“Adapun bantuan yang kami bawa ini, berdasarkan kebutuhan yakni, semen untuk pembangunan pastori baru, minyak tanah, sembako, pakaian seragam dan sepatu sekolah, seragam pramuka.” jelasnya.

Ketua Yayasan berharap bantuan ini tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, ia berpesan untuk sama-sama menjaga kedamaian di Pulau Seram, agar kedepan semua bisa beraktifitas kembali sebagaimana mestinya.

Selanjutnya Yayasan Kakehang Peduli Maluku juga turun langsung memberikan bantuan berupa minyak tanah sejumlah 60 gen kepada Bapak Pendeta di Rumah Olat.

Bapak Pendeta menyampaikan harapan yang sebesar-besarnya semoga segala bantuan yang diberikan dapat membantu semua hal serta kedepannya tercipta suasana yang rukun, damai, kekeluargaan dapat terbangun di Teluk Dalam Seram Utara.

Ketua Yayasan juga berharap semoga kedamaian segera tercipta di Teluk Dalam Seram Utara Barat.

Adapun mengingat seorang anggota Polsek Wahai, Bripka Husni Abdullah tewas tertembak saat melerai bentrok antar Desa Sawai dan Desa Masihulan, Maluku Tengah Provinsi Maluku, 3 April 2025 lalu. Sebagai bentuk tali kasih, dan dalam misi kemanusiaan Yayasan Kakehang Peduli Maluku menyambangi keluarga korban di Wahai.

Rustam Hidayat Rumadaul yang didampingi pengurus kemudian silaturahmi dan turut belangsungkawa atas pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara untuk misi perdamaian dalam tugas seorang prajurit Polri. Selanjutnya Rumadual memberikan bantuan tali kasih sebesar 5 juta rupiah, kepada istri korban dan dirinya berdoa, keluarga tetap tabah dan terus mendoakan jasa beliau diterima di sisi Allah SWT. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed