MBD, SP. Com. Latupati Pulau Moa yang di Ketuai Yosias Kliwas senin siang tadi (21/9) datangi kantor Badan Pengawas Pemilu Di dampingi Wakil Ketua Izak Markuz dan beberapa angotta Latupati, guna menyampaikan keberatan terkait penggunaan kata ‘KALWEDO’ oleh salah satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya Yakni Pasangan Nicolas Johan Kilikily dan Desianus Orno sebagai Jargon.
Bagi mereka, Penggunaan kata KALWEDO sebagai Jargon dalam proses politik sangat menggangu aktifitas kebudayaan, Dimana KALWEDO dalam kebudayaan masyarakat MBD merupakan salam khas seluruh masyarakat, yang mengandung nilai pemersatu, kebersamaan , saling mencintai .
Karena itu sebagai salam identitas atau jati diri yang patut dijaga, sehingga kata KALWEDO yang digunakan sebagai Jargon. Dinilai telah keluar dari jati diri kebudayaan. Bahkan meresahkan lapisan masyarakat yang ragu untuk menggunakan salam tersebut dalam kegiatan adat.
Sehingga mereka meminta kepada BAWASLU untuk memerintahkan atau menyatakan bahwa salam Kalwedo tidak boleh digunakan oleh pasangan bakal calon dalam proses perpolitikan. (**)










Komentar