Suarapaparisa.com, Kepulauan Aru,- Koramil 1503-03/Dobo gandeng Polsek Pulau-Pulau Aru, melaksanakan sosialisasi Covid-19 dan keamanan ketertiban masyarakat di Desa Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (28/11/2021).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gereja Maranatha Jemaat GPM Wangel, Klasis Pulau-Pulau Aru usai kebaktian ibadah minggu Adventus pertama.
Kapolsek Pulau-Pulau Aru Iptu Pelma dalam arahannya menjelaskan bahwa Wabah Virus Corona atau Covid -19 masi ada dan penularannya terjadi melalui Droplet, sehingga masyarakat atau umat dimintah untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah yaitu tetap mengunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Saat kita berbicara dengan orang atau berkerumun dengan tidak mengunakan masaker, tampa kita sadari adanya butiran-butiran yang keluar dari mulut kita dan tidak telihat oleh kasat mata kita. maka dari itu anjuran pemerintah agar tetap menjaga prokes,” ujar Kapolsek.
Dikatakan, kebijakan pemerintah untuk Vakasinasi adalah semata-mata untuk kebaikan masyarakat dalam mengatasi masalah Virus Covid -19, sehingga dihimbau untuk seluruh mayarakat yang belum Vaksin agar segera mengikuti Vaksinasi.
Sementara itu, terkait dengan kemanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam memasuki Natal dan Tahun Baru nanti, Iptu Pelma menghimbau kepada masyarakat setempat untuk mengurangi mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) karena banyak permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat bersumber dari mengkonsumsi Miras.
Hal senada juga ditegaskan Danramil Dobo, Kapten Inf Bakhri Renhoat, bahwa orang mengkonsumsi Miras merasa dirinya paling jago, padahal ternya saat disentu atau didorong sedikit saja sudah terjatuh, meras dirinya paling pintar sehingga dia berbicara seenaknya saja, padahal tanpa disadari bahwa omongannya itu menyinggung perasaan orang lain yang mendengar sehingga mengakibatkan permasalahan dan perselisihan terjadi.
“Kami himbau kepada seluruh msyarakat terutama para pemuda dan remaja agar tidak mengkomsumsi miras, atau setidaknya di kurangi karna dengan komsumsi miras bisa membuat masalah yang tidak di inginkan terjadi,” himbaunya.
Danramil juga menegaskan bahwa hingga saat ini kita belum terbebas dari Wabah Covid -19, sehingga kita masi tetap harus menerapkan Protokoler kesehatan.
“Sementara untuk kasus Covid – 19 di Dobo saat ini kosong. Ada negara – negara lain kasus Wabah Covid – 19 dengan varian baru meningkat karna mereka mengabaikan Prokekes yang sudah di anjurkan,” jelas Renhoat.
Orang nomor satu di Koramil Dobo ini juga menjelaskan tentang Vaksinasi di Maluku, yang ditargetkan hingga akhir bulan Desember tahun 2021 ini harus mencapai 70 persen, sementara data saat ini Vaksin baru hanya mencapai 30 persen, sehingga diharapkan sunggu kepada warga masyarakat yang belum melaksanakan Vaksin, agar segera Vakasin, sehingga kita bisa terlepas dari PPKM.
“Perlu diketahui oleh Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, segala pengurusan di pemerintahan harus mengunakan sertifikat Vaksin, kemudian kita mau berangkat kemana-mana harus mengunakan sertifikat Vakasin, kalau tidak ada maka kita tidak bisa pengurusan,” tutur Renhoat.
Hadir dalam sosialisasi ini, Ketua Majelis Jamaat GPM Wangel Pdt. J. Salakory, S.Th, Kepala Desa Wangel Bpk Y.B. Yansen, Sekdes Wangel Ibu Sandra.S, Ketua BPD Desa Wangel Bpk Simon Barends, Tokoh Adat Bapak Petu Jansen dan umat di Jemaat GPM Wangel yang mengikuti kebaktian pagi itu di Gereja Maranatha.(Nus.M)










Komentar