Ambon, SP. Com. Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Melky Saidekut ketika di tanyakan terkait dengan kepulangan Mahasiswa yang tak lolos seleksi tentara di Maluku kepada Awak media. Rabu (13/05/2020)
Disampaikan oleh Melky, “Jadi kita minta Pemerintah Kabupaten terutama di daeah Aru, Tual, Maluku tenggara, KKT dan MBD soal rencana kepulangan adik-adik kita yang datang mengadu nasibnya untuk tes tentara, kita minta agar Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing termasuk Kota Tual untuk memberitahukan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi dan kalau bisa di DPRD Provinsi Maluku mendapat salinan tembusannya,”tutur Ia.
Ditambahkannya, “jika Pemerintah Kabupaten/Kota bersedia untuk menerima adik-adik kita ini untuk pulang sampaikan juga buat kita, kalau misalnya diterima dengan sebuah persyaratan yang dibutuhkan sekian dulu ! yang penting hal ini di sampaikan secara resmi dan jika dalam hal ini Pemerintah Kabupaten/Kota belum bisa menerima kepulangan mereka dalam waktu sekarang ini, agar disampaikan supaya semua kordinasi ini dapat berjalan dengan baik,” jelas Melky.
“Sampai hari ini DPRD Provinsi Maluku dari sisi Kelembagaan kita belum mendapatkan salinan surat apapun dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang misalnya menyetujui untuk adik-adik kita yang tes tentara ini dapat kembali ke Wilayah mereka”,”ucapnya.
Hal ini ungkap Melky agar dengan mudah dalam kordinasi bersama, jangan sampai Pemerintah Provinsi misalnya membantu adik-adik kita pulang! tapi pada akhirnya tidak diterima di Wilayah mereka hal ini tentunya dapat menjadi masalah tersendiri.
Harapan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Maluku, ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang kebetulan adik-adik kita ini berasal dari sana, mungkin juga bukan dari daerah Tenggara Raya saja tapi di sepuluh kabupaten/Kota yang lain di luar Ambon mungkin ada yang mengalami hal yang sama.
“Mudah-mudahan ini dapat didengar dan bisa di respon oleh Pemerintah Kabupaten/Kota supaya semua kordinasi ini dapat berjalan dengan baik, karena hal ini berhubungan dengan protokol penanggulangan Covid-19 menggunakam transportasi Laut”,”Himbaunya. (**)
Pewarta : SP05










Komentar