oleh

Pertemuan Bilateral antara 01 RI & 01 Rusia di Moskow (30 Juni 2020), Menggemparkan Dunia

Suarapaparisa.com, Suara anak Papua, Menjelang pertemuan antara 01 RI bersama 01 Russia di Moskow Russia, telah menggemparkan media internasional. Banyak spekulasi dan pertimbangan yang bermunculan di berbagai negara termasuk internal Indonesia. Ada yang menerima dan bahkan ada pula yang secara keras dan tegas menolak terlaksananya pertemuan tersebut. Mari kita lihat, untung ruginya :

*Untung :*
1. Indonesia tak punya masalah dan musuh dalam hubungan bilateral dan multilateral (regional-internasional), dengan negara lain di belahan dunia. Politik luar negeri Indonesia jelas “BEBAS & AKTIF”.
2. Misi Perdamaian dunia dan penghentian tragedi kemanusiaan, spesifik pada konflik Russia vs Ukraina menjadi prioritas Indonesia dalam pertemuan tesebut, sesuai amanat konstitusi politik luar negeri Indonesa “bebas dan aktif”.
3. Pertemuan tersebut, akan semakin memperkuat hubingan antar ke dua negara, dimana Russia merupakan mitra dagang strategis Indonesia masa kini dan dimasa mendatang.
4. Sebagai Presidensi G-20, Indonesia memiliki peran utama sebagai katalisator penentu arah baru kebijakan dunia dalam upaya pemulihan iklim dunia dan pemulihan ekonomi global secara universal dalam berbagai aspek pasca pandemik Covid – 19, bencana alam dan dampak perang yang terjadi di berbagai negara .
5. Membuka ruang kerjasama dalam berinvestasi di dalam negeri. Terutama, memberi sinyal pada para investor dunia, terutama bro “Elon Musk” bahwa Indonesia bebas menentukan pilihan untuk berinvestasi tanpa batas.
6. Pertemuan bilateral tersebut sangat penting. Sebab itu, sebaiknya disiapkan undangan khusus dan langsung diserahkan Presiden Jokowi sebagai undangan dan sikap resmi Indonesia bagi Presiden Russia untuk hadiri KTT G-20 di Bali Indonesia, sebab Russia secara resmi adalah bagian dari negara yang tergabung dalam G-20.
8. Presiden dapat menyarankan dan meminta Presiden Putin untuk menghentikan perang di Ukraina dan penggunaan Rudal Balistik dalam misi perang sebab akan berdampak buruk bagi alam dan makhluk hidup.
9. Dengan kebijakan pertemuan tersebut, Indonesia akan mendapatkan kompensasi dari nilai tuka Rubel Russia dan Euro di pasar perdagangan Russia sebagai mitra strategis.
10. Lirikan para Investor Negara-negara CSTO dan berbagai negara pecahan Uni Soviet akan membuka diri pada pasar investasi Indonesia.
11. Pertemuan tersebut akan merubah peta politik dunia dan mendongkrak pasar saham Indonesia
12. Membuka kerjasama pertahanan militer ke dua negara dan penguatan alutista pertahanan Indonesia

*Rugi :*
1. Akan ada penolakan keras dari negara blok barat Eropa dan sekutunya Amerika NATO, yang berdampak pada pasar dagang dunia. Amerika ingin menunjukan bahwa Indonesia bisa saja di veto dalam hubungan bilateral
2. Amerika dan sekutu dapat mengancam absen dari pertemuan G-20 jika Russia hadir
3. Tiongkok akan mewanti-wanti Indonesia, sebab Tiongkok, Japan dan Korut tak ingin Indonesia mengambil alih perannya sebagai adidaya Asia di mata CSTO dan Russia, dengan misi perdamaian.
4. Pertemuan tersebut akan memengaruhi pasar saham dan iklim investasi Indonesia pada nilai tukar Rp pada U$D.

*Solusi :*
1. Pertemuan Presiden RI *Ir. H. Joko Widodo* dan Presiden Russia *Vladimir Putin*, merupakan batu loncatan Indonesia dalam upaya pemulihan ekonomi global dan perdamaian dunia sebaiknya tetap dilaksanakan. Sebab tujuan Indonesia baik, dan didukung oleh sikap politik negara *Bebas & Aktif*. Melalui Pertemuan tersebut, Indonesia dapat menjadi penengah dan juru damai bagi Russia vs Ukraina.
2. Pertemuan tersebut, memberi dampak positif Indonesia sebagai mitra strategis Russia dalam pemenuhan kebutuhan Eksportir- Important ke dua negara.
3. Indonesia meminta untuk menjadi negara spesifikasi khusus bagi Russia dalam negosiasi pasar saham dan Investasi di Indonesia
4. Pertemuan tersebut biasa saja, sebab Russia adalah negara mitra strategis Indonesia dan dalam hukum internasional, setiap negara di dunia paham arah pandangan politik luar negeri Indonesia. Namun lebih dari itu, untuk memperkecil asumsi dan tanggapan buruk publik internal maupun eksternal, maka pemerintah wajib memberikan statement dan alasan secara resmi atas tujuan kunjungan tersebut. Cth : ” Atas pertimbangan pemulihan ekonomi global dan pemulihan iklim global, maka Indonesia sebagai Presiden si G-20, mengunjungi mitra strategis dalam rangka merespon berbagai dampak dari berbagai persoalan dan isu global”.

*Cinta Kasih Menyatukan Segal Perbedaan dan Mendamaikan Dunia*
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Andy S Komber🙏🏼

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed