Ambon, SP. Com. Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Kecil Menengah (UKM) diperuntukkan kepada pengusaha mikro, yang memenuhi syarat seperti, pengusaha mikro yang tidak memiliki kredit modal kerja dari PerBankan, bukan ASN atau anggota TNI Polri, WNI, memiliki modal usaha 50 juta kebawah, “kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kota Ambon, Drs. Marthen Keilluhu, diruang kerjanya. Rabu 30 September 2020.
Dijelaskan, ada banyak pelaku usaha atau pengusaha mikro yang memiliki modal 50 juta ke bawah, namun dari mereka tidak semuanya mendapat Banpres produktif BLT, akan diverifikasi, dan memenuhi persyaratan seperti modal usaha dari nol, sampai dengan 50 juta rupiah, bukan ASN atau yang sama dengan itu, tidak memiliki kredit modal usaha dari per-Bankan.
Menurut Keiluhu, mekanisme yang dilakukan pihak Dinkop UKM Kota Ambon, untuk dapat menerima Banpres Produktif BLT UKM, yakni, bekerja sama dengan pihak Desa, Kelurahan, guna mendata para pelaku UKM yang ada dilingkungan Kelurahan tersebut, dan akan dicocokan dengan data yang ada di Dinkop UKM Kota Ambon, mengingat data yang ada juga tidak valid, dan apabila data sama dengan desa, kelurahan maka pihak Dinaskop UKM mengirm langsung data itu ke Kementerian UMKM pusat, setelah divalidasi data tersebut, dikirim kembali dan Kami terima data yang positif harus dapat Banpres BLT.
Selain pihak Dinkop UKM Kota mengusul ke Kementerian UKM itu penerima Banpres BLT, juga dilakukan pengusulan pihak Bank, baik itu Bank BRI ataupun Bank BNI, pihak Dinkop UKM Kota, tidak tahu menahu tentang nama, yang diusul oleh pihak Perbankan, yang Kami terima nama yang diusul pihak Dinkop Kota, dan nama itu valid untuk penerima Banpres BLT, memang masih banyak yang belum dapat walaupun nama sudah dikirim, namun sampai dangan saat ini masih diproses, “ucapnya.
Disamping itu, sesuai data dari desa kelurahan, yang sudah rampung dan telah dikirim oleh Dinas Koperasi UKM ke Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah sebanyak 20 ribu 505 KK dan atas kerja sama BRI pusat dengan Kementerian UMKM, data yang dikirim balik ke BRI Ambon, 3503, dan melalui rekening, sisanya masih menunggu. Sedangkan data atau nama-nama yang dikirim balik dari Kementriam UMKM ke Dinaskop UKM Kota, sebanyak 3920, yang rekeningnya harus berproses dengan BRI.
Menurut Keiluhu, penyaluran Bantuan Presiden Produktif BLT UKM, masing-masing KK, sebesar 2 juta 400 ribu, sekali diberikan.
Untuk itu, teman-teman di desa kelurahan bisa memberikan data yang akurat dan valid agar para pelaku usaha yang belum menerima mendapat bantuan Banpres BLT UKM, “jelasnya menutup wawancaranya. (LY)










Komentar