Suarapaparisa.com. Sekertaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku , Abdul Manan Latuconsina, S, Ag ditemui wartawan di ruangannya, Selasa Ambon, (21/3/2023) menyampaikan Majelis Ulama Indonesia ‘(MUI) Provinsi Maluku, terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan Sesuai dengan surat undangan yang disampaikan oleh Kementerian Agama Provinsi Maluku, Besok itu kita akan melihat Isbath secara langsung sekaligus akan menjadi bahan bagi kita untuk menentukan bulan Ramadhan akan jatuh apakah pada tanggal 22, 23 atau 24.
Latuconsina menjelaskan dalam Islam memang ada dua pendekatan untuk menentukan Satu(1) Ramadhan dimana waktu untuk memulai puasa di bulan Ramadhan
Yang pertama itu, rakyat adalah dengan melihat bulan secara langsung tentu berdasarkan peraturan mekanisme-mekanisme tersendiri.
Yang kedua, Isbath adalah menghitung 1 Ramadhan itu jatuh pada hari dan tanggal berapa.
Lanjutnya, Majelis Ulama Indonesia provinsi Maluku Insya Allah besok akan bersama-sama Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam akan sama-sama melakukan Isbath, kita akan melihat posisi bulannya, apakah posisi bulan itu, kemudian dapat kita tentukan hari untuk jatuhnya bulan 1 Ramadhan 1444 Hijriyahnya, Apakah jatuh pada hari Kamis atau jatuh pada hari Rabu dan Jumat kira-kira seperti itu.
“Jadi seperti itu, yang akan menentukan Kapan puasa Ramadhan akan di lakukan MUI bersama-sama dengan Kementerian Agama dan juga para ormas-ormas kepentingan ormas-ormas Islam yang ada di provinsi Maluku,”ungkapnya.
Latuconsina menambahkan, terkait dengan penentuan Bulan 1 Ramadhan, pada kesempatan ini juga, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku, juga mungkin menghimbau Kepada seluruh masyarakat Maluku terutama masyarakat di Kota Ambon agar Mari kita sama-sama saling menghargai saling menghormati ibadah puasa, yang dilakukan oleh umat Islam, sebab momentum puasa adalah menjadi sebuah momentum untuk lebih mempererat rasa persaudaraan di antara kita diantara umat manusia sehingga rasa kebersamaan itu dengan puasa Ramadhan dapat lagi ditingkatkan.
Saya kira poinnya di situ adalah bagaimana merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain dan kebersamaan yang kita bentuk dengan motivasi bulan Ramadhan dalam rangka untuk menjadikan diri kita sebagai hamba yang bertakwa kepada Allah.
Hamba yang bertaqwa adalah hamba yang selain melaksanakan ibadah-ibadah perintah Allah SWT, juga menjaga hubungan antar sesama manusia jangan sampai saling menyakiti,jangan sampai saling fitnah, jangan sampai saling mencederai satu dengan yang lain poinnya adalah nilai-nilai kemanusiaan harus kita jaga dan Ramadan menjadikan sebagai pembantu untuk mempererat hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antara manusia dengan sesama,” jelasnya.
Oleh karena itu, kepada umat Islam yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan maupun saudara-saudara kita umat Kristiani atau agama-agama yang lain mari kita sama-sama saling menghormati menjaga kerukunan menjaga nilai-nilai kemanusiaan ya dapat kita laksanakan secara baik dan secara maksimal.
“Sekira mungkin ini yang perlu kami sampaikan mudah-mudahan sekali lagi dengan momen itu bulan Ramadhan dapat kita tingkatkan hubungan kita dengan Tuhan dan memperbaiki hubungan kita antar sama manusia, “tutup Latuconsina. (EM)








Komentar