Ambon, SP. Com. Rabu (20/05/2020). Tenaga medis sebagai salah satu garda terdepan dalam menjalankan tugas mulia untuk melakukan penanganan kepada seluruh pasien yang terkena dampak Covid-19 kini berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan 33 tim medis yang ada di BPSDM dimana sampai saat ini belum mendapatkan Hak mereka selaku Relawan Medis di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)
Jika dikatakan bahwa tugas dari Tim relawan Medis tersebut cukup berat, mulai dari memberi Makan, Chek-up kesehatan hingga memberikan suplay vitamin kepada para pasien yang notabenenya hampir sebagian besar yang ada dalam penanganan, sudah terkonfirmasi positif Swab covid-19 dan di rawat di BPSDM.
Salah satu dari Tim medis yang tidak ingin disebutkan namanya membeberkan soal hal ini kepada Tim.SP. Com (19/05/2020) “Jadinya sampe sekarang belum ada kejelasan apa-apa maksudnya kita kan relawan katong semua manusia biasa kaka kerja kan haknya ktg musti digaji,kira-kira kalau katong kerja katong kelurga makan apa dirumah kalau tidak ada gaji sampai saat ini”,”ujarnya
Diketahui terhitung di tanggal 13 April 2020 hingga saat ini sebagian besar Tim relawan medis yang bekerja di bawa naungan Kementrian Kesehatan ini sudah tidak pernah lagi bertemu bersama Keluarga sampai saat ini 20 Mei 2020.
Ditambahkannya, “Katong tinggal di Hotel makan memang semua difasilitasi tapi kelurga suami,istri anak-anak dirumah nie makan apa dengan situasi yang kayak gini”,” ujar Ia dengan raut wajah sedih dan meneteskan air Mata.
Sebanyak 33 Tim Relawan Medis ini berharap kepada Pihak terkait agar dapat mempertimbangkan soal gaji mereka yang terhitung 13 April sd 20 Mei 2020 belum ada kejelasan sama sekali terkait dengan Hak yang seharusnya mereka dapatkan sebagai tenaga Medis Relawan. (**)
Pewarta : SP05










Komentar