Suarapaparisa.com, Ras Melayu dan Melanesia Identik dengan Kebaya. Kebaya adalah Warisan dari Budaya Luhur Nusantara, Klaim atas pakaian bermotif “ka’baja/kebaya”, oleh empat (4) negara di Asia Tenggara yakni; (Singapura, Brunei Darusalam, Malaysia dan Thailand) ke UNESCO sebagai warisan budaya miliknya, mencuat dan heboh seketika.
Ada Asap pasti ada Api (hubungan paradoks sebab akibat). Muncul tanda tanya mendasar ??? Apa benar kebaya milik mereka, dasarnya historikalnya apa ???, jika kebaya identitas nusantara, apa yang harus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan nya ???. Mari kita lihat. Apa benar ke empat negara tesebut mengklaim kebaya milik mereka ??? *Ya* Mereka tak salah. Mengapa ????, *Sebab mereka adalah bagian dari warisan Nusantara di masa lampau, (Kisah peninggalan kedigdayaan Kerajaan Majapahit abad 13-14). Apa dasar dari ke empat negara tersebut untuk mengklaim kebaya sebagai aset warisan budaya leluhur mereka ????.
1. Zaman kerajaan Majapahit; (Patih Amangkubumi Gajah Mada), wilayah kekuasaan nusantara termasuk Asia Tenggara dimana ke empat negara tersebut berada.
2. Melayu Indonesia terbagi sub Ras Proto Melayu (melayu Tua), dan Dutro Melayu (Melayu Muda), dari Ras Austronesia dan Ras Malayan-Mongoloid. Malaysia (Penang dan Rungus di Sarawak), Thailand (etnis Melayu Nurakkate; tersebar di Narathiwat, Pattani, Yala, Satun dan Songkhla, Singapura; (Melayu Malayan Pekanbaru hijrah ke Singapura Proto Malahan Melayu) dan Brunei pun sama ras Melayu Austronesia-Malayan Mongoloid. Nah, jelaslah sudah bahwa Nusantara melayu sangat identik corak dan ciri khas kebudayaannya.
3. Mengkaji polemik “Kebaya”, mari kita lihat data pembanding. Ras Melanesian, terbentang wilayah semenanjung pasifik hingga laut hindia ciri khas budaya sama dan arau mirip antara orang NTT, Maluku, Papua dan berbagai negara Melanesia lainnya di kawasan Pasifik. Khusus untuk kebaya juga menjadi pakaian adat rakyat pribumi wilayah Maluku, NTT dan negara² pasifik pun menggunakan kebaya termasuk wilayah pesisir Selatan Papua Barat Fakfak dan sekitarnya. Menandakan bahwa kebaya adalah warisan budaya Nusantara. Di mana ada “kebaya”, di situ pasti mengalir DARAH Keturunan Nusantara.
4. Klaim Kebaya oleh ke empat negara tetangga Asean tersebut, sebenarnya tanpa kita sadari, ada makna yang terkandung transendental, sebagai pertanda pintu masa kebangkitan Nusantara. Terkadang gerak alam memberi tanda, warna dan makna khusus di luar nalar kita
5. Sebenarnya polemik kebaya memberi sinyal akan pentingnya persatuan dalam keberagaman antar budaya warisan Nusantara. Sekalipun terpisah sekat pemerintahan statuta kenegaraan, namun dipersatukan dalam tatanan budaya yang satu dan sama.
Nah, selanjutnya; apa yang harus dilakukan ???, sebagai bangsa Indonesia, apa kita merasa memiliki hak penuh atas ciri dan corak budaya kebaya ???? Apakah kita harus protes, marah dan tersinggung ????. *Jawabnya sangatlah mudah “Mereka semua adalah bagian dari Nusantara, dan pusat Nusantara adalah Indonesia. Konteks ini. secara tak langsung menggambarkan pengakuan mereka sebagai bagian dari Nusantara yang tak terpisahkan🤝😊💐”, sebab Burung pun pasti ingat akan sarangnya karena mereka sadar bahwa Indonesia adalah Nusantara tempat asal mereka🤭🤝”
*Solusi 🌺 :*
1. Pemerintah tak perlu menyatakan nota protes pada negara² yang mengklaim kebaya sebagai pakaian adat warisan budaya mereka.
2. Pemerintah melalui pihak terkait, mempersiapkan berbagai prasyarat guna mendaftarkan Kebaya sebagai warisan atas budaya Nusantara.
3. Sebagaimana dalam Konferensi Asia – Afrika, bung Karno menjadikan kebaya sebagai alat diplomasi, dan kisah R.A. Kartini pejuang wanita berkebaya, maka sekiranya Pemerintah mempertimbangkan dan menetapkan tanggal 02 Juli sebagai hari kebaya Nasional, sesuai penetapan bung Karno pada 02 Juli 1964.
Cinta Kasih dalam Keberagaman Nusantara
Vivere Militare Est,
Andy S Komber 🙏🏼










Komentar