oleh

Presiden Ir. H. Joko Widodo adalah Simbol Garuda Kebanggaan Indonesia bukan “Lame Duck/ Bebek Lumpuh”

Suarapaparisa.com, Sejatinya Oposisi adalah penyeimbang tanpa pamrih, yang kehadirannya memberi warna dan manfaat bagi bangsa dan negara. Artinya; sejatinya oposisi sebagai penyeimbang kekuasaan layak dan wajar mengkritisi tupoksi Pemerintah namun dibarengi data yang akurat dan solusi atas persoalan bangsa alias tidak HOAX.

Seekor Unggas yang tak mampu merawat diri untuk menjalani masa sisa hidupnya seraya menunggu predator lain datang untuk memangsanya = “lame duck”. Teringat kisah Polis Sparta yang menerapkan pemerintahan materialistik untuk mengantisipasi adanya pemberontakan dari luar istana, kisah indah peradaban Yunani kuno.

Statement Bung Andi Arief, S.I.P., “Jokowi kumpulkan relawan karena lemah di mata Parpol, dan diibaratkan = Bebek Lumpuh’. Statement tersebut sangat kontradiktif atas realitanya dimana Presiden Ir. H. Joko Widodo masih menjabat sah sebagai Presiden Republik Indonesia akhir masa jabatan pun masih berjangka ± 2 th. Dari tanah Papua kami melihat dan menduga sepertinya; Bung Andi Arief mengalami gonjangan luka bathin alias struk akibat hipertensi nafsu pada fase politik oligarki. Tingkat kejiwaan sebagai oposisi (kader Demokrat), telah sukses menghantarkan bung A.A, menuju pintu gerbang rumah sakit jiwa, sebab kronisnya telah mencapai posisi stadium akut yang berdampak buruk pada rendahnya aliran darah ke pusat saraf (trombositopenia), atas pengaruh masa halusi nasi pada intisari kejiwaan yang di alami #sungguh sangat menyedihkan😥😭.

Bung A.A., dan rekan partainya, tak paham dasar tupoksi oposisi sebagai penyeimbang oligarki. Mereka terkesan amnesia alias tak mampu lagi melihat perubahan wajah Indonesia oleh tangan cantik seorang Jokowi.

Presiden Ir. H. Joko Widodo, adalah sosok yang sederhana, pilihan rakyat Indonesia bukan “partai Demokrat alias bung A.A dkk”. Jika Joe Biden, Vladimir Putin, Xi Jinping, Emannuel Macron, Frank Walter Steinmeier, Narendra Modi, Ito Hirobumi, dan semua petinggi dunia menganggumi kehebatan dan kemampuan serta menghormati bangsa Indonesia melalui seorang Ir. H. Joko Widodo masa bangsa sendiri tega mempermalukan pemimpinnya sendiri akibat haus akan tahkta, jabatan dan kekuasaan ????. Baik ataupun buruk. sadar atau tidak, saat ini; Ir. H. Joko Widodo adalah pemimpin Indonesia termasuk kelompok kecil Oposisi partai Demokrat.

Mari jaga persatuan dalam keberagan Nusantara. Beda pendapat itu wajar, jangan karena perbedaan kita terpecah-belah. Sebab sejatinya pemimpin terpilih oleh takdir dan alam. Siapa melawan akan tertelan Zaman.

*Vivere Militare Est,*
Andy S Komber🙏🏼

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed