oleh

Tauda : KUR Pertanian, Dinas Terus Beri Perhatian dan Punya Target Bagi Petani.

Suarapaparisa.com,  Terkait dengan Kredit Usaha Rakyat untuk Petani. Kepala Pertanian Provinsi Maluku yang dikonfirmasi diruang kerjanya pada Rabu 10 Januari 2023.

Dirinya mengatakan bahwa, ditahun 2022 Provinsi Maluku memperoleh alokasi KUR Pertanian sebesar Rp900 Milyard dan data terakhir sampai akhir November kita baru terealisasi sebesar 168 Milyard atau kurang lebih 20 persen.

Lanjutnya, kalau dari sisi capaian dibandingkan dengab capaian sampai dengan desember 2021 dengan total alokasi 300 Milyard, kita di 2021 itu terealisasi 148 Milyard, berarti ada terjadi peningkatan dengan tahun 2021 baru sampai dengan november.

Olehnya itu, Kita dinas pertanian kemarin melalui inovasi pelita E-Tani, khusus untuk realisasi KUR kita, sudah menyiapkan langkah-langkah strategis, yang Pertama kita telah membentuk fasilitator keuangan mitra tani, di 2 kabupaten kota khususnya buru dan malteng, dan ditahun 2023 ini akan dibentuk di 9 yang sisanya.

jadi fasilitator keuangan mitra tani, tugasnya sebagai lembaga intenmidasi yang akan menfasilitasi antara bank dan petani, dan kala ini masalahnya setelah kita pelajari kenapa realisasi KUR di Maluku itu rendah, salah satunya, karna tidak ada pendampingan kemudian dari sisi petani yang tidak ada yang bisa mengfasilitasi,”jelasnya.

Tambahnya, Memang dari Bank, ada bank BRI itu namanya mantri bank atau mantri desa, yah memang tugasnya untuk mengfasilitasi, tapi rasanya sangat terbatas, karena itu, kita dinas pertanian maluku mengfasilitasi dinas pertanian kabupaten kota yang kita rekrut dari petugas lapangan kita, para penyuluh, mereka kita berikan satu tambahan tugas lagi, untuk mengfasilitasi khususnya kredit usaha pertanian.

Kedua, kita juga telah merumuskan SOP bersama, SOP bersama itu berkaitan syarat prosedur dan lama waktu pengajuan sampai dengan pencairan, karna kenapa ini penting, karna ini yang menjadi masalah juga di petani, biasanya mulai dari pengajuan sampai pencairan itu waktunya lama, bisa 1 minggu, 2 minggu, ada juga yang cepat, tapi sangat relatif dan realarif lama, sehingga kita mengfasilitasi dengan otoritas jasa keuangan, dengan bank indonesia, kita sudah merumuskan satu SOP dengan waktu yang lebih singkat 3 sampai 5 hari. Intinya dari semuanya adalah syaratnya semua persyaratan harus terpenuhi, jadi kalau syarat semua terpenuhi kita harapkan bisa dipercepat.

“Inilah 2 hal ini, kita optimis kalau bisa kita maksimalkan, sebab kita sudah punya fasilitator, kita sudah punya SOP maka yang berikutnya, kita berusaha untuk bisa kembali menyakinkan para petani, karna petani kita di Maluku ini mindset mereka sudah terbiasa dengan bantuan pemerintah, padahal saat ini kita sudah harus berpindah pertanian tradisional ke pertanian modern,”tambahnya.

“Pertanian tradisional ke bisnis, disini kita sudah bicara tentang resiko untung rugi maka pendekatannya mereka harus berani mengambil resiko, terutama melalui pinjaman, dan di tahun ini juga di 2023, kita akan melakukan langkah-langkah percepatan,”tutupnya. (EM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed