oleh

Dampak Covid-19, PAD DISHUB Aru Tahun 2020 Tidak Capai Target

Suarapaparisa.com. Dobo, Kepulauan Aru,– Virus Coro atau Covid-19 memang telah meramba masuk di semua sendi kehidupan, berdampak sangat buruk pada semua sektor usaha, hingga mempersempit perekonomian masyarakat dan bahkan menjadi masalah besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Badan terkait di semua daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal ini bukan saja dirasakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Aru maupun Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, tetapi juga dirasakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru, yang mana target PAD tahun 2020 pada dinas itu juga tidak mencapai target karena beberapa bidang usaha yang di kelola terpaksa harus tutup sementara karena dampak Covid-19.

Kepala Dishub Aru, Edwin Pattinasarani saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya, Rabu (10/03/2021), mengaku di tahun 2020 mereka terpaksa harus menutup sementra beberapa sektor usaha, seperti lahan parkir di Pasar Jargaria Dobo dan pelayanan pelayaran antar pulau untuk pemuatan orang dan barang karena dampak dari Covid-19.

“Kondisi Covid, Kapal tidak beroperasi untuk pelayanan reguler, dia hanya beroperasi pada segi kemasyarakatan saja, parkiran juga ada sempat dua bulan tidak beroperasi sehingga memang kita punya pendapatan tidak tercapai,” jelas Pattinasarani.

Untuk tahun 2021 ini, Edwin mengaku lahan parkir di Pasar Jargaria Dobo telah di buka, sementara untuk pelayanan pelayaran Kapal masih menunggu APBD Aru disahkan baru dapat di operasikan kembali.

“Untuk sementara ini kita hanya jalankan pelayanan kemasyarakatan saja, ada orang minta bantu untuk pekerjaan Gereja dan Mazjid kita bantu, sehingga untuk target PAD di tahun 2020 kita tidak mencapai target,” ujar Edwin.

Perlu diketahui bahwa sumper pendapatan yang di kelolah Dinas Perhubungan Aru di tahun-tahun sebelumnya hanya ada tiga, yaitu lahan parkiran di Pasar Jargaria Dobo, Retribusi penyebrangan orang dengan kapal-kapal milik Pemda Aru dan Retribusi Perijinan untuk kapal-kapal ukuran 6 GT kebawa.

Kendati demikian, Edwin mengaku pihak mereka akan berupayah untuk menambah beberapa sumber pendapatan, walaupun nilainya tidak signifikan, sehingga target pendapatan tahun 2021 ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kita ada rencana untuk intensifikasi potensi-potensi Pajak dan Retribusi, ada beberapa sumber pendapatan kita rencanakan akan jalan di tahun 2021, walaupun nilainya memang tidak signifikan, tetapi diharapkan bisa ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” akuinya.

Di sisi lain, orang nomor satu Dinas Pehubungan Aru itu, mengaku, dengan adanya kehadiran Kapal Ferry Lopster yang akan beroperasi di wilayah Aru Selatan dengan jumlah penumpang terbanyak, akan berdampak turun pada PAD sektor pelayanan pelayaran Kapal, karena dari segi pelayanan dan kenyamanan, orang akan lebih memilih naik Kapal Ferry, sehingga kapal-kapal Pemda sudah pasti akan bergeser rute pelayaran ke titik-titik singah yang belum terlayani.

“Yang pasti dari segi pelayanan untuk Kapal Ferry, masyarakat di Aru akan lebih terlayani dan itu yang kita harapkan,” tutupnya. (Nus.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed