Suarapaparisa.com. Dobo, Kepulauan Aru,– Perkelahian antara remaja akhir-akhir ini sering terjadi di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, dan pelaku perkelahian hampir sebahagian besar adalah kaum pelajar.
Seperti yang terjadi di seputaran Kompleks kampung Baru pada Kamis Malam, (11/03/2021), beberapa remaja dari Desa Fatlabat dan Desa Jirlai saling berantam yang mengakibatkan seorang remaja Desa fatlabata dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasi Dobo karena terluka akibat sayatan benda tajam.
Sesuai informasi yang di rilis media ini di lapangan bahwa perkelahian ini terjadi karena adanya ketersinggungan salah satu remaja dari Desa Jirlai.
Kejadian ini bermulah saat limah orang anak-anak Desa Fatlabata yang hendak pergi membeli jajanan gorengan di Pasar Jargaria Dobo, tepat di depan Toko Perences mereka berpapasan dengan dua remaja dari Desa Jirlai.
Pada saat berpapasan anak-anak dari Desa Fatlabata ini sedang cerita sambil ketawa, sehingga mengakibatkan salah satu remaja dari Desa Jirlai tersinggung mengira mereka sedang menertawainya, di situlah mereka saling berantam.
Tidak puas karena jumlahnya sedikit, dua orang ramaja di Desa Jirlai itu pulang ke Kompleks Kolambom dan mengajak teman-teman mereka untuk kembali menyerang anak-anak dari Desa Fatlabata dengan alat tajam, sehingga kejadian itu mengakibatkan salah satu anak dari Desa Fatlabat yakni YK (19) tangannya terluka akibat sayatan parang.
Korban YK akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit guna mendapat perawatan medis, sementara pelaku YD (16) dan kawan-kawan diringkus pihak Kepolisian Polres Kepulauan Aru kurang lebih 30 menit setelah kejadian.
Sempat terjadi ketegangan karena anak-anak dari Kompleks Besi Tua yang tidak terima baik salah satu teman mereka terluka, langasung turun ke Kompleks Kolambon untuk mencari pelaku, untungnya Pasukan Gerak Cepat Polsek Pulau-Pulau Aru yang di bantu Polres Kepulauan Aru langsung turun dan menangkap pelaku serta mensterilkan suasana di sana sehingga mampu melarai ketegangan massa saat itu.
Dari hasil pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Aru masalah ini akhirnya di kembalikan untuk di selesaikan secara kekeluargaan karena baik pelaku maupun korban sama-sama masi di bawa umur.
Diharapkan para orang tua dan keluarga bisa lebih memperhatikan anak-anak mereka sehingga kejadian seperti tidak terulang kembali, karena tidak membawah dampak keuntungan apa-apa, malah akan menimbulkan masalah yang melibatkan desa dengan desa hingga suku dengan suku. (Nus.M)










Komentar