Dobo, Kepulauan Aru,- Air laut naik mengakibatkan kurang lebih sekitar 10 unit rumah warga di Desa Kwarbola, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku terendam. Ketinggian air laut naik hingga 1 meter sampai 1 meter lebih.
Kejadian ini terjadi tepat pukul. 06.00 WIT sampai pukul. 07.11 WIT, hari Selasa, (07/12/2021).
Kondisi ini mengakibatkan warga setempat yang rumahnya terendam air laut terpaksa harus mengungsi ke rumah tetanga dan semua barang-barang mereka juga ikut diamankan di rumah tetangga.
Bukan hanya rumah warga, dermaga atau pelabuhan Desa Kwarbola dan ruang tunggu pelabuhan yang juga dijadikan sebagai Posko Covid-19 serta rumah Pastori Jemaat GPM Kwarbola juga ikut terendam, hingga sejumlah papan jembatan/dermaga Desa Kwarbola terlepas dan hanyut terbawa air.
Bencana alam seperti ini mungkin saja tidak asing bagi orang lain, tetapi bagi masyarakat Desa Kwarbola ini merupakan satu kejadian alam yang luar biasa dan tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka.
Salah satu warga setempat yang di wawancara media ini, Bapak Yopi Mangar, mengatakan, mereka sendiri tidak pernah membayangkan kalau air laut bisa naik setinggi itu, karena menurut Beliau sejak leluhur mereka air laut tidak pernah naik setinggi itu hingga merendam rumah-rumah warga.
“Ini baru pernah terjadi, katong (kita) juga heran karena sejak katong punya orang tua leluhur air tidak pernah naik sampai rumah-rumah kaya begini,” ujarnya.
Dalam pantauan media ini di lapangan, bahkan jam masuk sekolah pada SD Kristen Kwarbola molor hingga pukul 08. 20 WIT karena rumah tempat tinggal Kepala Sekolah juga ikut terendam air laut dan Beliau tidak bisa berjalan menuju ke sekolah karena jalan raya yang harus dilewatinya terendam air laut hingga ketinggian 1 meter.
Sehingga beliau dan anak-anak didiknya terpaksa harus menunggu hingga air laut surut barulah mereka bergegas menuju ke sekolah untuk melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS).
Keganasan alam ini diprediksikan bisa terjadi karena ulah tangan manusia sendiri yang sering merusak alam dan lingkungan sekitar.
Kendati begitu, dalam kebingungan ini, masyarakat di Desa Kwarbola sangat membutuhkan adanya solusi dari pemerintah untuk mengatasi hal dimaksud, sebab mereka sangat kuatir kejadian ini bisa terjadi di waktu-waktu mendatang pada musim air laut pasang.
Air lau naik di Desa Kwarbola diprediksikan terjadi selama 3 hari, Senin-Rabu, tanggal 06-08 Desember 2021.(Nus.M)







Komentar