Suarapaparisa.com, Akhirnya Pihak California Education Centre Indonesian, International Working Group Australia Pty. Ltd dan Aston Collage Australia Pty, Ltd. Konfirmasi berita tentang salah satu calon pekerja Sumiyem yang belum diberangkatkan ke Australia dan sudah setor 65 juta, sempat diberitakan oleh Media Tribun Ambon, Rabu (29/3/2023).
CEO California Education Centre (CEO) Indonesia Ibu Ely Yana, S.Pd, yang ditemui wartawan Suarapaparisa.com di Hotel Pacific, Kamis (30/3/2023). Beliau langsung mengatakan saya akui kuitansi yang Sumiyem posting dikirim ke Tribun itu betul, saya yang membuat dan menandatangani artinya itu sebagai bentuk pertanggungjawaban saya, saya terima uang ada kuitansi jelas berarti kita punya pertanggungjawaban.
Kenapa sampai saat ini Sumiyem, perempuan asal Ngawi,Jawa Timur belum diberangkatkan, karna dia masuk dan mendaftar itu di bulan September 2022 dan awal Oktober 2022 baru mulai dia pelatihan dikarenakan anak ini tamat SMA dan bahasa Inggrisnya sangat minim bahkan cenderung susah bahasa Inggrisnya, Maka Pembelajaran dia di Aston lambat selesai dan terpaksa teman teman dia yg satu kelompok harus menunggu dia,” tandas Elly.
Dia kan wajib mengikuti sertifikasi dan pendidikan di Aston collage Australia Pty, Ltd. agar dia bisa dapat pembelajaran bahasa Inggris juga di samping itu dia juga punya sertifikat untuk kelayakan bekerja di Australia.
Pelatihan itu memang harus diselesaikan karena ini Diploma, tugasnya minimal 6 bulan, karena yang bersangkutan SMA kecuali dia sarjana kita hanya berfungsi sebagai sertifikasi, kata Elly
Tanggal 5 maret 2023 kemarin itu baru penyelesaian wisuda anak-anak ini termasuk sumiyem,karena ijazahnya sudah keluar dari Aston collage Australia sekarang ini dia sudah mulai proses visa karena dia memang lebih awal ,dia sudah medical check up dan sudah juga dicarikan sponsorship untuk menerima bekerja di Australia, ujarnya
Sekarang prosesnya itu Visa,Visa itu bukan wewenang kita mau cepat keluar karena ini kebijakan dari keimigrasian Australia,Kita cuman meng-uply dan kita menunggu untuk Grand Visa.
Dia menyampaikan bahwa visanya itu tidak ada, palsu, dan tidak bisa dilacak.
Akunnya dipegang langsung aloh MIO (My imigration option) atau Mr. Neil mitra kita di Autralia yang mengurus visa akunnya, akun dia tentu dia tidak bisa cek karena dia tidak punya akunnya, terkait masalah biaya apa namanya itu ada prosesnya. Yang dia cecar minta dikembalikan tidak bisa. Karna Proses sudah berjalan dari Awal dan semua proses yang dilakukan secara transparan dan semua ada bukti dan invoicenya dari Australia juga bukti transfer resmi dari bank ketika saya bayarkan.
Kalau memang uang yg masih tersisa untuk dia mungkin itu biaya tiket pesawat ke Australia saja
Sumiyem itu anaknya tidak sabaran dan dia selalu mencacar, menghujat saya bahkan di Facebook pun dia pencemaran nama baik terhadap saya, Dia bilang saya penipu, seperti itu memang saya blokir nomornya karena dia ini anak tidak sopan dengan uang dia 65 juta untuk saya urus ke luar negeri tapi harga diri saya dibelinya dengan 65 juta, ini kan kurang ajar anak itu,”kata Elly.
Sumiyem ini sudah banyak sekali barang bukti (BB) bagi saya baik di Facebook dan sekarang lebih kuat lagi ada di Tribun Ambon barang buktinya, dan saya akan ambil langkah melalui proses hukum untuk dia.
Dan dia bawa-bawa nama anak-anak yang ada di Batam,yang sedang pelatihan sebenarnya itu bukan urusan dia, karena prosesnya kan individu dan ini tidak ada unsur penipuan.
Seperti apa yang diberitakan Tribun Ambon, soal yang ikut pelatihan di batam 114 orang dan saya memblokir whatsApp mereka, itu tidak benar, karna yang ikut pelatihan itu sekarang hanya 70 orang bukan 114 dan bisa di cek langsung ke lokasi website kami California Education Center (CEC) atau Instagram, Tiktok, Facebook, dan youtube kami karna disitu lengkap.
Negara ini, Negara Hukum dan biar nanti pihak yang berwajib yang akan mengurus dia,”jelasnya.
Kami datang ke sini itu diundang oleh Disnaker, posisi ini kalau memang kita itu Legal /Resmi dokumen kita tidak lengkap dan segala macam kan tidak mungkin Pemerintah Daerah Kota Ambon itu mau bekerja sama dengan kita kemudian itu pihak bank juga tidak akan mau bekerja sama dengan kita, kalau kita ini ilegal, atau kita ini tidak jelas statusnya.
Jadi harapan saya kepada adik-adik semua yang ada di kota Ambon, kalian sudah pintar, cerdas,berpendidikan tinggi, jangan mudah terpengaruh berita-berita yang tidak jelas dan jangan mudah diadu domba untuk hal ini kenapa, akan rugi sendiri, karena kita membawa kebaikan ke sini untuk mereka mempunyai kesempatan bekerja ke Australia, kalau soal mau atau tidak kami tidak masalah, kalau mau silakan Tidak mau juga Tidak apa-apa, tapi kalau unsur adu domba begini begitu sampai menjelek-jelekkan kasihan Pemerintah Kota Ambonnya, “tutup Elly yana. (EM)








Komentar