Ambon, SP. Com. Situasi yang dialami oleh seorang Pemuda Kota Ambon yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta Ke Ambon adalah cerminan tentang kordinasi yang kurang terbangun secara baik antara Tim Gugus Covid-19 di pos-pos yang ada bagi pelaku perjalanan yang merupakan warga yang baru tiba dari Luar Ambon. Rabu (22/04/20)
Akibat dari kordinasi yang kurang antara Tim Gugus di Bandara dengan Tim Karantina yang ada di Balai Diklat Agama ,alhasil salah satu pemuda Kota Ambon bernama Max Matulesy merasa kecewa dengan standar operasional untuk penanganan bagi warga yang baru tiba di Ambon.
Perlu diketahui Bawa Balai Diklat Agama sesuai SOP yang di tetapkan oleh Pemerintah bawa yang menjadi Peserta Karantina di Balai Diklat adalah orang-orang ber-KTP luar.
Pukul 11.00 WIT Pagi (22/04) Kemarin, Max tiba dengan menggunkan Batik Air dari Jakarta ke Ambon, dan setelah tiba, Max di periksa dan dibawa menggunakan Mobil oleh Tim Gugus Covid-19 ke Balai Diklat untuk menjalani Karantina di sana.
Sampai di Balai Diklat Agama Max kemudian diturunkan dan kembali menjalani pemeriksaan berupa KTP dan data diri lainnya , dari pemeriksaan tersebut Max terlibat “cek cok” antara Petugas yang ada di Balai dengan Max sebagai Pelaku perjalanan karena seharusnya Max di tempatkan di salah satu Hotel yang sudah ditetapkan Pemda sebagai tempat Karantina bukan di arahkan ke Balai Diklat Agama.
Max dengan kekecewaan mengatakan Kepada Tim SP. Com (22/04) pada saat itu, “kalau memang Pemda berniat untuk bikin karantina ni, kalau niat, biking batul-batul, kalau cuma stengah-stengah dengan berpaku pada kata tergantung, tergantung ini, tergantung itu, tergantung lebih dari 3 orang, tergantung kurang, atau tergantung apa pun, mending seng usah sama skali to dari pada karja stenga-stenga to kaka, Kalau mau bkin karantina pemda, dalam hal dan situasi apapun harus mampu dan punya solusi penanganan” ,”tutupnya.
Di ketahui sebelum Max di pindahkan ke salah satu Hotel yang disiapkan oleh Pemda Provinsi ,ia terlebih dahulu menunggu karna sesuai standar yang di tetapkan Tim Gustu serta Pemda mobil tersebut harus terisi 3 orang.
Tidak lama menjelang Tim Balai tanpa menunggu muatan terisi 3 orang dengan sigap langsung bergegas dan membawa Max ke salah satu Hotel yang seharusnya menjadi tempat untuk pelaku perjalanan ber-KTP Ambon. (**)
Pewarta : SP05
Editor : Admin










Komentar