Suarapaparisa.com, Aksi MEMALUKAN yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa di Bali Menolak gelaran KTT- G20, sangat MEMALUKAN bahkan mencederai nilai persatuan dalam keberagaman nusantara. Mahasiswa Papua datang ke Bali untuk KULIAH, bukan untuk DEMO apalagi anarkis, dan aksi yang dilakukan pun tanpa izin resmi dari pihak keamanan. Ingat… Orang Papua itu CINTA Kedamaian dan kehidupan masyarakat Papua penuh toleransi, wujudnyatanya semua rakyat nusantara ada di Papua. Mahasiswa Papua harusnya menunjukan sikap santun dan tahu diri ketika berada di daerah lain apalagi tujuan utamanya menuntut ilmu, Siapapun mahasiswanya dan alasan apapun tak dibenarkan ketika tak bisa mengontrol sikap dan perilaku. Mahasiswa harus ingat bahwa kebijakan Pemerintah Pusat telah memekarkan empat (4) DOB baru di Papua, untuk mengakomodir seluruh komponen rakyat Papua dalam tata kelola pemerintahan di wilayah masing².
Dalam hal ini, langkah tindakan yang diambil Pemangku Adat bersama Masyarakat Bali dalam upaya menggagalkan aksi memalukan oleh kelompok Mahasiswa Papua di Bali Sangat BENAR🤝, mengingat mereka bertanggungjawab penuh untuk menjaga nama baik bukan hanya menjaga nama baik masyarakat Bali namun kita semua bangsa Indonesia atas wilayahnya dari berbagai aksi anarkis, apalagi mata dunia tertuju saat pergelaran KTT G-20.
Kami GPPN Papua, mengecam sikap anarkis Mahasiswa Papua di Bali, seraya berterimakasih pada pihak pemerintah daerah beserta seluruh masyarakat dan paguyuban di Bali yang telah menyukseskan terselenggaranya KTT G-20 dengan SUKSES, Aman, Damai dan Lancar.
Ke depan, pemerintah daerah Papua harus terus mengontrol dan melakukan pembinaan secara berkesinambungan kepada para mahasiswa di berbagai kota berbagai studi baik dalam maupun luar negeri.
Akhirnya, kita adalah saudara se bangsa dan se tanah air. Mari kita jaga HARMONI DALAM KEBERAGAMAN NUSANTARA.
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Salam Keberagaman
GPPN Papua
Andy S Komber🙏🏼








Komentar