Ambon, Suarapaparisa.com – Ajang PESPARAWI ke-XIV tingkat kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di Kecamatan Leihitu Barat dari tanggal 30 November s/d 02 Desember 2023 telah usai. Ajang pesta iman yang diikuti 1.355 Peserta dari seluruh kategori lomba ditutup dengan ditetapkannya Kecamatan Salahutu sebagai Juara Umum.
Suksesnya agenda kerohanian umat Kristen inipun tidak lepas dari begitu banyak persoalan yang dialami oleh peserta maupun para pendamping peserta dari setiap kecamatan.
Kondisi ini dapat dilihat dengan tidak maksimalnya pelayanan Transportasi antar jemput peserta lomba dari tempat dimana mereka tinggal menuju ke lokasi perlombaan.
Ambil misal kontingen kecamatan Amahai, kami datang dengan jumlah peserta & official pelatih kurang lebih 200 orang, tetapi pelayanan transportasi yang kami terima tidak maksimal. Bayangkan saja hampir 200 orang hanya dilayani dengan 3 unit kendaraan umum berkapasitas 12 orang/unit. Itu artinya 3 unit sekali jalan dari Allang ke Hatu hanya muat 36 orang, berarti supir harus bolak balik Allang- Hatu 4 sampai 5 kali supaya semua peserta & official pelatih kontingen Amahai tiba di lokasi perlombaan.
Belum lagi dari lokasi lomba di negeri Hatu kembali ke tempat tinggal di Negeri Allang.
Miris sangat pelayanan transportasinya, apa lagi berdasarkan pengakuan salah satu supir mereka hanya di bayar 400rb/hari, untuk biaya bensin bolak balik saja sudah tidak cukup.
Hal yang samapun terjadi untuk konsumsi dimana peserta perlombaan tidak difasilitasi makan siang ataupun makan malam. LPPD Maluku Tengah dan Panitia Penyelenggara seakan tutup mata terhadap persoalan ini, sehingga masing-masing kontingen harus berusaha sendiri mempersiapkannya untuk peserta yang mereka bawa.
Padahal sesuai keputusan Teknikal meeting pada tanggal 30 November 2023 yang bertempat di gedung gereja Liliboy ada jadwal kegiatan yang sudah disepakati. Dimana dalam jadwal seksi konsumsi bertanggungjawab untuk menyiapkan makan siang bagi peserta lomba.
Dana yang diterima LPPD/Panitia Penyelenggara dari PEMDA Maluku Tengah itu sebesar Rp. 1,5 Milliard, masa iya hal2 penting seperti ini bisa terabaikan.
Pertanyaannya lalu dana sebesar itu digunakan untuk apa saja???
Saya berharap Pj Bupati Maluku Tengah dapat melakukan evaluasi dengan seksama terhadap kinerja LPPD dan Panitia Penyelenggara, bila perlu ketua LPPD nya segera diganti sehingga ada wajah baru yang bisa maksimal melaksanakan tugas iman ini dengan baik.
Saya juga berharap, pihak inspektorat Maluku Tengah, kejaksaan negeri Masohi maupun Kejaksaan tinggi Maluku dapat melakukan Audit penggunaan Uang Negara dalam kegiatan ini sehingga ada transparansi penggunaan keuangan Negara. Hal ini mesti menjadi perhatian serius semua orang, sehingga tidak menimbulkan tendensi buruk masyarakat terhadap ajang pesta iman kristiani ini kedepan. (Tim)









Komentar