Ambon, Suarapaparisa.com – Bank Dunia tertarik melakukan penelitian gasing untuk pelaksanaan Numerasi di Kota Ambon. Salah satu alasannya adalah kota tersebut menunjukkan inovasi dalam pendidikan dan kesiapan untuk mencoba metode baru seperti penggunaan gasing dalam pembelajaran numerasi.
“Metode gasing untuk melihat pertumbuhan atau perkembangan siswa maupun pendidik di Ambon itu sangat baik,” demikian penjelasan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Pemerintah Kota Ambon, F. F Tasso setelah membuka Bimtek PPDB, di Manise Hotel, Jum’at, 15 Maret 2024.
Menurutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan Prof. Yanes Surya itu, untuk mengevaluasi dampak dari percepatan numerasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Ambon. Juga membandingkan hasil penelitian dengan penilaian kualitas pendidikan yang dilakukan lembaga Programme for International Student Assessment (PISA) dan Advance Knowledge and Skills for Sustainable Growth in Indonesia (AKSI). Hal ini dapat memberikan pemahaman tentang efektivitas strategi numerasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengevaluasi sejauh mana implementasi metode tersebut sesuai dengan standar internasional yang diakui.
“Sehingga, kalau kita lihat hasil rapor pendidikan kita di Kota Ambon meningkat, dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Tasso.
Ia menjelaskan, saat melakukan penelitian tentang pelaksanaan Numerasi di Kota Ambon, Bank Dunia melibatkan SD Negeri 1 Amahusu, SD Negeri 66, SD Negeri 87, SD Inpres 55 Nania, SD Negeri 90 Ambon dan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Ambon dalam bentuk FDG.
“Dalam penelitian tersebut akan dilakukan uji maupun wawancara terhadap siswa dan guru,” tutup Tasso.(E.M)









Komentar