MEDAN, Suarapaparisa.com, Parade dan Gebyar Kebaya Nasional tahun 2022 menuju UNESCO, Minggu (28/08/2022), di lapangan Benteng, Kota Medan, Sumatera Utara.
” Rangkaian kegiatan Gebyar Kebaya dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny.Erika Ronald Sipayung., Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Ita Efianto., Pengurus Ranting Bhayangkari Cabang Simalungun, Koordinator Polwan Polres Simalungun Aiptu Serlly Tarigan bersama Polwan Polres Simalungun, Perwakilan Ibu Persit Kodim 0207/Simalungun.
Perwakilan Ibu PKK Kabupaten Simalungun serta 10.000 lebih perempuan Sumatera Utara yang terdiri dari perwakilan 33 Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, Ibu- ibu Bhayangkara Sumut, ibu – ibu Persit Kartika, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Majelis Taklim Halimah Sumut ( MTH), DPP RKLA, seluruh oraganisasi wanita yang ada di Sumut dan sejumlah mahasiswa.
Seluruh peserta tampak mengenakan busana kebaya dengan berbagai jenis seperti kebaya kartini, kebaya encim, noni dan kutubaru.
” Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny.Erika Ronald Sipayung menyampaikan, tujuan acara ini adalah untuk mendukung program kebaya Indonesia go to UNESCO dan untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat gerakan pelestarian budaya melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi muda.
Kita mendukung acara ini dengan ikhlas karena cinta akan tanah air, saya berharap acara ini bukan hanya sampai disini saja untuk Sumatera Utara, teruskan gebyar ini agar budaya kita, identitas kita tidak di comot oleh negara lain,”imbunnya.
” Kemudian Pada kegiatan ini terdapat rangkaian acara Parade, dimana para peserta yang menggunakan pakaian kebaya beriringan berjalan mengelilingi Lapangan Benteng dengan membawa bendera dan berkelompok sesuai dengan daerah masing-masing sambil diiringi dengan lagu daerah.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan sekitar 66 tannent UMKM yang menyajikan makanan, minuman, aksesoris hingga oleh-oleh khas Kota Medan. (Surya Damanik)







Komentar