Suarapaparisa.com, Mari kita lihat beberapa konsep mendasar atl :
1. Persoalan Inflasi ekonomi Amerika berdasarkan Consumer Price Index (CPI), meningkat drastis dari angka 3,5 % (yoy), naik menjadi 8,6 % (yoy).
Asumsi resesi Ekonomi amerika mencapai 86 %. Mengapa ?? Sebab The Fed telah menaikan suku Bunga dari 1,5 % – 1,75 %, memunculkan spekulasi ketahanan ekonomi Amerika sampai akhir tahun bisa mencapai 2,65 % – 2,85 % (yoy).
2. Selama ini, nilai jual Amerika sebagai Negara adidaya dunia terletak pada sisi kekuatan militernya. Namun dengan adanya pesaing baru Tiongkok dalam bidang sains NASA, ekonomi dagang, militerian, dll; telah memicu pergolakan hebat pada produktifitas dan nilai jual alutista dan produk lainnya milik Amerika di pasaran internasional.
3. Indikasi perang Taiwan sebagai setingan Amerika untuk mengganggu rute perekonomian China. Sebab Taiwan adalah negara penghasil Cip semi konduktor terbesar di dunia. Amerika takut kalau Taiwan terintegrasi ke China maka selesilah Amerika dalam menguasai Ristek di belahan Asia sebab suply Cip semi konfuktor akan stagnan. “Amerika telah menunjukan kekurangan dan kedunguannya pada China”, secara tak langsung telah memberi ruang pada China untuk menjadi negara adi daya dan menguasai dunia.
4. Perang Taiwan vs China tak mungkin terjadi. Mengapa ??? Sebab China dan Taiwan adalah satu nenek moyang/leluhur dan dalam sistim cultur Chinese mereka akan bersatu untuk menguasai dunia. Sebab itu Amerika terlihat dungu, sebab memelihara musuh dalam selimut, itulah yang dilupakan Amerika selama ini. dan mengapa, seiring waktu berjalan, Amerika makin melemah dalam berbagai aspek ??? Sebab Amerika lupa bahwa ia telah percaya dan bekerjasama dengan sekutu China satu nenek moyang yaitu Taiwan. Amerika telah telanjang di depan China atas bantuan Taiwan, namun ia tak menyadari itu. Wah darimana kita bisa katakan spt itu ??? Gini lho, Melalui Taiwan China tahu kekuatan dan kelemahan dan sebenarnya konflik panas China dan Taiwan adalah setingan mereka sendiri. Sebab tak mungkinlah negara sekelas Taiwan menguasai Cip Konduktor dunia tanpa ada bekingan China.
5. Amerika saat ini, mulai perlahan sadar bahwa ada yang salah dari internal dirinya, perlahan kekuatan adidaya kian melemah dan sepertinya ada intelijen terselubung dalam selimut kekuasaannya. Dugaan pun bermunculan menimbulkan spekulasi bahwa ia akan kehilangan segalanya. Peran Taiwan untuk memisahkan diri dari China telah sukses memberi dampak bagi China untuk menjajah pasar dagang Amerika dalam berbagai aspek. #lucu di lihat. masa negara maju seperti China memberi ruang bagi Taiwan negara berkembang untuk memiliki pabrik semi konduktor terbesar di dunia, sementara China bersikeras tak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka” ada apa ???
6. Potensi utang piutang Amerika terhadap China, terbesar dalam beberapa dekade terakhir ±mencapai U$D 1,5 T. (Institute of International Finance). Dampaknya sangat terasa dan secara tak langsung China telah merebut ± 40 % pasaran perdahangan ekonomi Amerika. Ini hal yang sangat prinsipil Amerika sebagai negara liberalis demokratis.
7. Luar wilayah jajahan dagang China lebih dibanding Amerika, menimbulkan gejolak persaingan dagang tak sehat sehingga Amerika lebih mengutamakan datang politik adu domba dan kekerasan fisik belebel HAM, sebab Amerika telah perlahan sadar dan merasa semakin lemah
8. China bergandengan erat dengan negara blok barat baik NATO maupun CSTO sebagai pecahan Soviet, BLOK G -7, G – 20 dan B – 20, dan amannya hububangan lateral China dengan berbagai negara di Asia dan benua Afrika, menimbulkan sikap antipasi Amerika pada China semakin menguat “jual beli peran demi merebut takhta *ADI DAYA*.
9. China paham arah geo politik Amerika, sekutunya dalam upaya menguasai dunia dan China pandai bermain peran Ular diantara Belut, sama licin nya namun beda postur dan alat pelicin
*Sikap Indonesia🇲🇨 atas relaita tersebut ??? :*
Diam dan Senyum saja melihat alunan kisah pilu pergeseran ADI KUASA atas ADI KODRATI Takdir.
*Cinta Kasih Menyatukan Perbedaan dan Mendamaikan Dunia*
Andy S Komber










Komentar