SP.COM, DOBO, Kabupaten Kepulauan Aru kini dalam kondisi darurat kabut asap. Kepungan asap tebal membuat jarak pandang di Kota Dobo dan sekitarnya hanya berkisar 1 hingga 5 kilometer.
Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tertanggal 14 Oktober 2026, hasil observasi selama sepekan terakhir menunjukkan adanya lapisan asap tipis hingga sedang yang menyelimuti wilayah Aru.
Hasil pemantauan satelit Himawari-9 dan analisis arah angin yang bertiup dari timur hingga selatan, BMKG memastikan sebaran asap yang memasuki wilayah Kepulauan Aru sebagian besar berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke.
Posisi geografis Kepulauan Aru yang berdekatan dengan Papua Selatan menjadikan daerah ini sebagai wilayah yang paling terdampak di Maluku.
BMKG Imbau Warga Pakai Masker, BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi guna mengurangi dampak paparan asap. Warga disarankan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, dan menutup rapat jendela ketika asap terasa pekat.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih berlangsung.
Gubernur Sudah Keluarkan Edaran, Bupati Aru Belum, Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru belum mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan aktivitas masyarakat, perkantoran, maupun sekolah.
Padahal Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.4/175 tanggal 12 Oktober 2026 tentang Kewaspadaan terhadap Dampak Kabut Asap Akibat Karhutla serta Perlindungan Kesehatan Masyarakat.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemda Kepulauan Aru, Johan Karam saat dihubungi http://Porostimur.com via telepon seluler, Selasa (14/10/2026), mengaku pihaknya belum menerima petunjuk terkait surat edaran Bupati.
“Kami belum mendapat petunjuk terkait surat edaran dari Bupati, namun pihak BPBD tengah melakukan koordinasi langsung untuk tindak lanjut surat edaran Gubernur dengan Pak Bupati, dan untuk saat ini BPBD tengah melakukan aksi bagi-bagi masker untuk masyarakat,” ungkap Karam.
Dinkes Masih Rekap Data ISPA, Stok Masker Didata, Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, dr. Zakti Sitorus saat dihubungi Rabu (14/10/2026) mengatakan pihaknya masih merampungkan data pasien ISPA dari setiap fasilitas kesehatan.
“Untuk saat ini kami masih merampungkan data dari setiap FASKES yang masuk terkait penderita ISPA dampak dari kabut asap, dan tengah mendata dan mempersiapkan ketersediaan masker di gudang, untuk nantinya dibagikan kepada masyarakat,” ungkap Sitorus.
Ia menambahkan, pihaknya kini melakukan langkah antisipasi sesuai surat edaran dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan petunjuk Gubernur Maluku untuk memperkuat pemantauan kasus ISPA dan gangguan kesehatan lainnya. Seluruh puskesmas dan rumah sakit disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan.
*Dampak Fatal: Penerbangan Batal, Kapal Kehilangan Arah*
Pantauan http://Porostimur.com di Kota Dobo, aktivitas masyarakat terutama perkantoran dan persekolahan masih berjalan normal di tengah kepungan asap pekat dengan jarak pandang terbatas.
Kabupaten Kepulauan Aru menjadi daerah yang paling terdampak akibat ribuan titik api di Papua Selatan. Akibat pekatnya kabut asap, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Dobo dibatalkan oleh maskapai. Bahkan beberapa kendaraan laut tradisional antar pulau sempat mengalami kehilangan arah navigasi akibat terbatasnya jarak pandang.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan demi melindungi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. (*ml/sp










Komentar