oleh

Dikbud Maluku Menyambut Baik dan Memberikan Apresiasi Konser Musik Tradisonal Maluku Tahun 2023

Ambon, Suarapaparisa.com – Konser Musik Tradisional menampilkan Grup Musik Tradisional Liono, Liono dalam Bahasa Nuaulu artinya Sabda Alam, yang berjumlah 40 orang seniman muda dari Negeri Ulahahan, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Huele Taman Budaya Provinsi Maluku, Selasa, (28/11/2023).

Sekdis Dikbud Maluku Husein yang mewakili Kepala Dinas dalam sambutannya mengatakan bahwa, dalam rangka mengikuti kegiatan Konser Musik Tradisonal Maluku Tahun 2023 yang diselanggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Maluku. Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Maluku saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atasterselenggaranya kegiatan ini.

Lanjutnya, Kita patutnmenyadari bahwa upaya pemajuan kebudayaan selama ini telah membuktikan bahwa kebudayaan bukan hanya sebatas warisan, namun juga kekuatan untuk mendorong kreativitas dan pembangunan berkelanjutan.

Oleh karenanya, upaya Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam mengimplementasikan Undang- undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, telah menetapkan langkah strategis guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat scara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Langkah-langkah strategis tersebut adalah Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan kebudayaan. Oleh karena itu, Visi Pemajuan Kebudayaan Nasional adalah “Indonesia Bahagia berlandaskan keaneka- ragaman budaya yang mencerdaskan, mendamaikan dan menyejahterakan”.

Maka sebagai institusi pengayom bidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui UPTD Taman Budaya melakukan kerja sama untuk menjawab upaya-upaya pemajuan kebudayaan dimaksud dengan melibatkan Stakeholder dalam hal ini adalah masyarakat negeri/desa Ulahahan di Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah khususnya kelompok Musik LIONO (Sabda Alam), yang kali ini mendapatkan kesempatan menampilkan karya dan kreativitas mereka dalam memainkan alat musik LIONO yang bertujuan meningkatkan kreativitas, kecerdasan dan inovasi serta perilaku berbudaya,”ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan salah satu misi Pembangunan daerah Maluku tahun 2019-2024, yaitu meningkatkan suasana kondusif untuk investasi, Budaya dan Pariwisata, serta mewujudkan sumber daya manusia yang professional, kreatif, mandiri dan berprestasi.

Kemudian sejalan dengan itu, telah pula ditetapkan Manajemen Talenta Nasional sebagai salah satu prioritas pembangunan sesuai Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2021 tentang Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional. Diterbitkannya Keppres ini dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang bertalenta dan berdaya saing secara global diperlukan tata kelola dan pembinaan talenta nasional secara komprehensif, berkelanjutan, dan inovatif. Kebijakan dimaksud, dilakukan melalui perumusan dan penyusunan serta penyelenggaraan Grand Design Manajemen Talenta Nasional Tahun 2022-2045, dengan memperhatikan aspek sosial budaya, kemajuan teknologi, dan perkembangan ekonomi.

Oleh karena itu, kita harus memprogramkan kegiatan-kegiatan yang dapat menguatkan kapasitas talenta dan/atau potensi yang dimiliki daerah ini termasuk didalamnya potensi seniman dan budayawan, agar pada waktunya ketika program ini dijalankan, kita sudah siap dengan talenta-talenta yang dapat memberi warna bagi pembangunan bangsa khususnya pembangunan di bidang kebudayaan yang berdampak multiplayer efect. Artinya ketika seni budaya hidup, maka seniman menikmati hasilnya juga akan berdampak pada dunia usaha (UMKM) dan stakeholder lainnya.

Selanjutnya, Sesungguhnya tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan kegiatan ini adalah: 1) Menggali, meningkatkan dan memperkenalkan musik tradisional Maluku kepada masyarakat luas khususnya generasi muda, 2) Meningkatkan kreativitas dan mengembangkan talenta/potensi seniman musik daerah Maluku; 3) Meningkatkan peran Institusi pembina seni budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di daerah.

Kita tahu bersama bahwa pada bulan akhir Oktober lalu (23-27 Oktober 2023) Bangsa ini baru saja melaksanakan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2023 dengan menghadirkan para pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menghasilkan sepuluh resolusi dan/atau gagasan penting dalam pemajuan kebudayaan di Indonesia. Salah satu diantaranya adalah “Transformasi tata kelola Dewan Kesenian dan/atau Dewan Kebudayaan menjadi prioritas kelembagaan untuk membangun ekosistem pemajuan kebudayaan. Musyawarah Kesenian Nasional menjadi platform bagi para seniman untuk hadir dan tampil berperan secara lebih dinamis dan terukur. Taman budaya, museum, galeri dan kawasan warisan budaya dikembangkan sebagai bentuk- bentuk layanan umum yang dapat diakses publik secara berkelanjutan”.

Disinilah posisi strategisnya pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai garda terdepan pemajuan kebudayaan guna menciptakan suatu ruang kreativitas yang inklusif bagi peningkatkan kesejahteraan bagi para seniman maupun pekerja seni lainnya. Sehingga capaian yang sangat luar biasa ini tentunya merupakan sebuah refleksi dari kerja keras dan kerja sama kita semua. Hasil ini sudah semestinya menjadi dasar bagi kita untuk mengakselerasi upaya pemajuan kebudayaan nasional yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. Teruslah berkarya bagi pemajuan kebudayaan di daerah ini, tingkatkan kreativitas, tetaplah mengembangkan talenta yang dimiliki, serta tingkatkan terus inovasi-inovasi karya seni agar kita mampu bersaing dalam blantika musik global.

“Terima kasih saya ucapkan kepada saudara Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku beserta seluruh jajarannya melakukan yang telah sungguh-sungguh upaya pembinaan pengembangan potensi pelaku dan seni dan kembangkan terus talenta dan kreativitas anda, agar kelak dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas bagi pembanguan seni Budaya di daerah maluku,”tutupnya. (EM)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed