Suarapaparisa.com, Dobo, Kepulauan Aru,- Sebagaimana pemberitaan media ini pada edisi sebelumnya tentang ada dugaan penjualan Jajanan Kadaluarsa atau Expair di Toko Kairos Dobo, Jl. Perek, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, bahkan informasi yang diterima dari sumber terpercaya bahwa sebagian barang jajanan Ekspaer tersebut telah laku terjual di masyarakat Kota Dobo, pemilik Toko Kairos Koko Dedy Limbers akhirnya angkat bicara dan menjelaskan kejadian sesungguhnya.
Dalam Konfrensi Pers yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor PWI Kabupaten Kepulauan, Kamis (06/04/2023) Dedy Limbers mengakui bahwa seungguhnya jajanan Expaer itu ada, namun tidak ada niatan sedikitpun dari mereka untuk mejualnya kepada konsumen, karena barang Expaer tersebut telah dipisahkan di dalam gudang untuk dibuang.
Namun dirinya mengaku ada semacam konspirasi yang dimainkan oleh anak bua atau karyawan toko yang masih aktif bekerja dengan karyawan toko yang sudah diberhentikan beberapa bulan lalu sehingga barang-barang Expaaer tersebut tiba-tiba ada di dalam rak toko untuk dijual kembali, sehingga menjadi temuan wartawan.
“Jadi beta (saya) mau jelaskan bahwa sesungguhnya barang ekspair itu tidak ada di rak, cuman karena ada konspirasi antara anak bua yang sudah berhenti dengan anak bua yang masih kerja di dalam, nah dengan sengaja itu barang disusun kembali ke rak dan di foto dan dikirim,” ujarnya.
Menurut dirinya, ini bukan merupakan factor kesengajaan, tetapi ada upayah kejahatan dari anak bua di dalam dengan orang luar untuk membongkar hal tersebut ke publik.
“Jadi kalau beta mau bilang, ini bukan factor kesengajaan, tetapi ada unsur kejahatan di dalamnya. Barang itu, (Jajanan Kadaluarsa reed) memang ada tetapi tidak ada niat untuk dijual, itu sudah di pisahkan untuk dibuang,’’ terangnya.
Dikatakan, dengan kesadaran sepenuhnya selaku pemilik toko bahwa barang-barang Expaer tersebut sudah tidak layak untuk di jual lagi, karena tidak ada keuntungan baginya, malahan bisa berdampak untuk merusak nama toko dan usaha yang baru di rintis itu.
Dedy menjelaskan bahwa Toko Kairos baru beroperasi secara normal itu 3 bulan di tahun 2023 ini, sehingga sebenarnya barang-barang Expaer itu tidak ada, apalagi sebagian besar barang-barang pada toko tersebut didatangkan dari Surabaya dengan waktu perjalanan Kapal dari Surabaya ke Dobo hanya di tempuh dalam waktu maksimum 10 hari.
Kendati begitu, menurutnya, kenapa barang-barang Expaer itu ada, karena sebagian barang miliknya, terutama jajanan atau bahan-bahan makanan juga dibeli dari toko-toko partai yang ada di Dobo, sehingga dicurigai jangan sampai barang Expaer itu sudah ada sejak didatangkan dari Toko Partai.
“Nah ini kenapa bisa ada seperti ini (barang expaer reed), karena barang-barang itu kan tidak semua aitem dibeli dari Surabaya, ada yang katong (kita) beli dari toko partai Dobo, dan kaka dong sendiri mungkin tau, toko partai dobo ini kan rata-rata gudang dimana-mana, sehingga dong punya pengawasan control terhadap gudang beta rasa sangat rendah,” jelas Dedy menyalahkan Toko Partai di Dobo.
“Jadi katong toko ritel ini sebenarnya hanya perpanjangan tangan distributor, kalau mau kembalikan (barang expaer reed) harusnya tanggung jawab penuh ada di toko partai sebagai penyalur begitu,” sambungnya.(NM)










Komentar