oleh

Harga Tiket Pesawat di Wilayah Papua sangat MAHAL, menghambat Pertumbuhan di berbagai Sektor, Realita “ATR melebihi harga Boeing”

Suarapaparisa.com, Suara anak Papua, Harga tiket melambung tinggi di berbagai wilayah di Indonesia termasuk Papua. Kenaikan tarif harga oleh maskapai, berdampak negatif bagi perkembangan berbagai sektor pendapatan Daerah (PAD) di Papua. Misalnya saja, sektor Pariwisata, jumlah Wisatawan menurun drastis dan para pelaku ekonomi UMKM gelisah akibat pendapatan semakin berkurang tak menentu. Contohnya; Jakarta – Jayapura, rutenya ada berapa kali transit melalui Makasar – Ambon – Sorong – Manokwari – Jayapura dengan biaya yang besar pula. Contoh lain; penerbangan Fakfak – Sorong harganya melebihi TBA ± Rp. 400; menjadi ± Rp. 800 – Rp. 1.200;😢🤦🏼‍♂️. Apalagi penerbangan arah Timika dan area pegunungan sedih melihatnya😢. *Dimana rasa keadilan ???*. Rakyat Papua bangga BBM telah satu harga, semoga harga tiket pesawat dapat segera dipertimbangkan untuk diturunkan ke harga standar agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Kementerian Perhubungan lalai dalam pengawasan dan tak ada transparansi dan informasi yang baik bagi masyarakat sehingga memunculkan spekulasi liar di lapangan. Praduga; ada pelanggaran terhadap ketentuan batas tarif (TBA) oleh pihak maskapai, pastinya dengan alasan Zona merah, kenaikan harga Avtur mencapai ± Rp. 15. 749/liter dan pemenuhan kuota penerbangan. Selain itu, pada masa pemulihan ekonomi saat ini, maskapai memanfaatkan rebound jumlah wisatawan untuk meraup keuntungan yang jauh lebih tinggi, mungkin juga karena pihak maskapai memangkas rute dan menyewakan pesawat, Pada umumnya Transportasi utama di Papua Pegunungan dan daerah terisolir adalah Pesawat. Anehnya saat stabil harga minyak dunia dan saat kenaikan harga minyak dunia tak berpengaruh pada harga tiket di Papua yang tetap saja mahal🤦🏼‍♂️. Masyarakat Papua sangat mengharapkan adanya tindak lanjut penanganan untuk mengatasi persoalan tersebut.

*Solusi :*
1. Ada subsidi khusus Pemerintah pada pihak maskapai penerbangan di wilayah Papua
2. Harga tiket, dikembalikan pada TBA. dengan acuan pada tipe pesawat, jarak tempuh dan tingkat kerawanan
3. Kementerian Perhubungan harus melakukan pengawasan khusus untuk rute dan harga maskapai di wilayah Papua dan pengawasan khusus menjelang hari raya biasanya harga melonjak hingga 3 X lipat dari biasanya
4. DPR RI, harus turut membentuk Pansus untuk tangani polemik tiket maskapai wilayah Papua yang tergolong tertinggi di Indonesia
5. Subsidi harga Pertamina bahan bakar Avtur khususnya di wilayah Papua untuk menekan tingginya harga tiket.
6. Untuk keseluruhan wilayah Papua, alangkah baiknya dibuka jalur Citilink, agar ada perbandingan dan keseimbangan harga tiket dalam setiap rute penerbangan.
7. Kementerian Perhubungan, bekerjasama dengan pihak Polri untuk memberantas para calo/agen travel yang sesuka hati bermain harga tiket pesawat.
8. Kebijakan penjualan tiket pesawat, sebaiknya tidak melalui pihak travel atau pembelian langsung pada agen resmi pihak maskapai di setiap daerah di wilayah Papua.
9. Perpendek rute penerbangan agar biaya tiket tak membengkak. Pihak Pemprov ataupun Pemda, buat MOU swbagai alternatif lain, dengan cara subsidi ± 0,5 – 1% dana OTSUS untuk netralisasi harga maskapai sebagai transportasi utama di wilayah Papua, demi kesejahteraan masyarakat Papua.

Terimakasih bapa Presiden telah menyatukan harga BBM, semoga kebijakan berikutnya menurunkan harga tiket Pesawat di wilayah Papua
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Andy S Komber🙏🏼

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed