oleh

“Ini Negara Pancasila”, ASB Desak Pangdam XV Pattimura Copot Oknum Ajudan yang Diduga Rasis

SP. COM, DPD Anak Seram Bersatu Provinsi Maluku menuntut ketegasan Pangdam XV Pattimura dan Gubernur Maluku menyikapi dugaan penghinaan oleh oknum ajudan kepada mahasiswa asal Seram Utara saat upacara 17 Agustus di Lapangan Merdeka.

Ketua ASB Josyes Do Santos Walalayo, Selasa 18 Agustus 2026 dalam rilisnya menilai ucapan “bodok, monyet, tau etika” sangat melukai rasa keadilan masyarakat adat.

Ia juga menyoroti dugaan upaya perampasan surat adat Negeri Manusela yang ditulis di bambu dan dibalut kain merah.

“Kami minta Pangdam periksa dan beri sanksi tegas. Kepada Gubernur, nonaktifkan segera. Jangan biarkan budaya rasis tumbuh di lingkungan pemerintahan,” ujar Walalayo.

ASB juga mengkritik pihak yang meminta kasus ini didiamkan. “Mengecilkan persoalan rasis dan penghinaan adat itu sama saja mengkhianati nilai Pancasila,” tutupnya.

#KETEGASAN #PANGDAM #ASB #RISISME #ADATMANUSELA#

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed