Ambon. Suarapaparisa.com, Kementerian Investasi Dan BKPM Menggelar Rapat Koordinasi Daerah, Penyusunan Peta Jalan, Hilirisasi, Investasi Strategis, Sektor Minyak Bumi Gas Bumi Dan Perikanan berlangsung di Swissbell Hotel, Kamis 8 September 2022.
Yang menjadi penanggung jawab dari Rakorda ini yakni PT, Sucofindo dari Kementerian Investasi/BPKM.
Setelah selesai kegiatan Rakorda, kepada wartawan Sekretaris Perusahan Sucofindo, Muhammad Muhjin, dalam wawancaranya menyebutkan, kegiatan ini kelanjutan dari Launching Gubernur Maluku, Drs.Murad Ismail, sebesar 500 Mega Watt, yang digelar, dibulan Maret 2021, dimana Gubernur menyatakan produksi Lapangan Lopin dioptimasi guna mendukung, Gastiviksai, di-Maluku, sehingga kebutuhan listrik di-Provinsi Maluku dapat terpenuhi, dengan kata lain yag disampaikan Gubernur yakni Maluku terang benderang,aliran listrik terpenuhi,tidak ada ancaman apapun terkait listrik di-Maluku, “ungkapnya..
Menurut Muhammad Muhjin, dengan terpenuhinya aliran listrik, semua unsur rumah tangga, menjalankan produktivitas dengan baik,akan terjadi peningkatan produktivitas, dan jika itu berlangsung lama atau jangka panjang, secara umum, berdampak pada kesejahteraan masyarakat,”tutur Muhjin.
Dikatakan, memang munculnya Maluku Energi Abadi (MEA),baru ada tepatnya 23 Nopember 2020, dan MEA itu sendiri Kontraktor, Non Operator, sehingga Provinsi Maluku memiliki 10% saham yang ada di-MEA, namun itu berada disisi Hulunya, sedangkan disisi Hilirnya, harus ada perjuangan, agar produksi itu se-besar-besarnya dipergunakan untuk kepentingan Maluku.
Untuk itu, pihaknya sudah melakukan MoU dengan Pertamina,Gas termasuk juga MoU dengan Perusahan Swasta Nasional PT.Syur, guna memproduksi Listrik, dengan bahan bakarnya Gas.

Ketika ditanya tentang Masela, Muhammad Muhjin mengatakan, itu Domainnya, atau proyek pemerintah pusat,namun Provinsi Maluku merasakan,Fi, 10% jadi tersendat, dan untuk diketahui ada 10 tahap, dan Masella sendiri tersendat ditahapan ke-6, sementara sekarang sudah berada ditahap ke-9, sehingga 1 tahapan lagi sudah persetujuan Menteri.
Muhjin juga mengungkapkan, Masella ini pekerjaannya masih lama, dengan begitu diharapkan kita tidak memfokuskan, energi ke-Masella,tapi fokusnya yang ada didepan mata, karena tahun depan Listrik sebesar yang disampaikan Gubernur bisa berproduksi, karena produksinya sepertiga Masella, yakni 3 Triliun Kubik, sedangkan Masella sendiri dananya sebesar 9 Triliun, dengan begitu apa yang disampaikan Gubernur Maluku Drs.Murad Ismail bahwa Provinsi Maluku pada saatnya akan terang benderang,”tutup Muhammad Muhjin. (*







Komentar