Ambon, MX. Com. Proses penerimaan siswa baru, dan dilanjutkan dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang berlangsung di-SMK Negeri 7 Ambon, berjalan dengan baik, dilaksanakan secara Daring, kata kepala SMKN 7 Ambon Saiful,S.Pd saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 27 Juli 2020.
Dijelaskan, siswa tamatan SMP sederajat yang mendaftar secara online, untuk masuk pada SMK Negeri 7 Ambon sebanyak 620 siswa, namun yang diterima dan sudah mendaftar ulang sambil memasukan berkas secara daring sebanyak 327 siswa, memang terjadi peningkatan jika dibandingkan tahun lalu, dan pihak sekolah masih memberikan waktu untuk para siswa yang berasal dari kabupaten,kota mengingat keterlambatan transportasi, dan juga proses pendaftaran, sehingga jatah mereka masih tersedia,karena SMK tidak menganut zona dan kuota,”ungkapnya.
Menurut Saiful, sesuai pengamatannya dengan merebahnya covid 19 ini sampai dengan tahun depan proses belajar mengajar secara tatap muka belum dapat dilaksanakan secara seratus persen, kendatipun nantinya sudah masuk dalam zona hijau namun jika diijinkan proses belajar mengajar secara tatap muka, maka dilakukan sebagian siswa dari rombel yang sudah disediakan misalnya, satu rombongan belajar 36 siswa, PBMnya harus 18 siswa, nantinya secara bergilir sambil mengikuti protokol kesehatan covid 19, termasuk didalamnya praktek, dimana siswa jika sudah memegang alat praktek, gilirannya tidak lagi dipegang oleh siswa yang lain dan seterusnya seperti begitu, untuk sementara ini beberapa waktu kedepan proses belajar mengajar secara daring.
Sementara itu terkait dengan Prakerin keluar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak industri, baik yang ada di-Surabaya dan Jogyakarta, sistim pembelajaran secara online dan siswa yang mengikutinya terbatas dalam jumlah, dan nantinya disiapkan ruang khusus yang akan dijadikan pusat belajar para siswa sebagai salah satu persyaratan sehingga untuk siswa melakukan Prakerin keluar belum bisa pelaksanaannya masih sulit.
Sebaliknya kalaupun Prakerin dilakukan di daerah sendiri itupun terbatas juga, karena tidak ada jaminan, ditakutkan bisa timbul Klaster baru, ini yang sekolah harus hindari,” ucapnya menutup. (LY).






Komentar