oleh

Kepulauan Aru Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah di FTBI Nasional 2026

SP.COM, DOBO KEPULAUAN ARU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Daerah ini resmi menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025 yang diserahkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian puncak kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional 2026, yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, pada Senin (25/05/2026). Kabupaten Kepulauan Aru tercatat sebagai satu dari 27 pemerintah daerah se-Indonesia yang mendapatkan apresiasi ini atas dedikasi dan kinerja nyata dalam menjaga kekayaan budaya bangsa.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Thimotius Jamco, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan karena pemerintah daerah dinilai konsisten memberikan dukungan penuh dalam pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra daerah melalui pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah sepanjang tahun 2025.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, hadir secara langsung dalam acara tersebut untuk menerima penghargaan. Kehadiran ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah dalam memposisikan pelestarian bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan warisan luhur bangsa.

“Pelestarian bahasa ibu tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi dan dukungan dari pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra di wilayah masing-masing, termasuk di Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkap Thimotius Jamco saat memberikan keterangan kepada wartawan di Dobo, Selasa (26/05/2026).

Sebelumnya, Bupati Timotius Kaidel juga telah menyampaikan harapan besar agar Balai Bahasa Provinsi Maluku senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam melaksanakan revitalisasi. Langkah ini sangat penting untuk menyelamatkan bahasa-bahasa daerah yang jumlah penuturnya kian berkurang, bahkan yang dinyatakan telah hilang, salah satunya adalah Bahasa Manombai.

Lebih lanjut dijelaskan, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan wujud nyata kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga dan merawat warisan budaya lewat implementasi Kurikulum Merdeka Belajar episode ke-17. Di era saat ini, penguasaan terhadap bahasa daerah juga menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena negara telah mengakuinya sebagai substansi penting dalam pengembangan bakat dan minat melalui manajemen talenta nasional.

Diraihnya penghargaan ini semakin menegaskan kecintaan mendalam pemerintah dan seluruh masyarakat Kepulauan Aru dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah, sebagai kekayaan budaya yang tak ternilai dari Bumi Jargaria Sarkwarissa.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed