Ambon, SP. Com. Dengan hadirnya, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) di-Maluku, kususnya dikota Ambon, yang pengurusnya baru pertamakali dilantik, Kami akan mengundang para Investor guna memaksimalkan, apa yang ada di-Maluku. Ini adalah janji dan komitmen Kami kata Ketua Umum Gabungan Perusahan Ekspor Indonesia, Drs.Khairul Mahalli kepada wartawan, usai melantik pengurus GPEI Provinsi Maluku, yang berlangsung di-Swis Bell Hotel, Rabu,4 Nopember 2020.
Menurutnya komitmen dan janji ini, melekat pada pengurus yang baru dilantik, perode 2020-2025, dan jika mereka tidak dapat melaksanakannya pihaknya memohon maaf, dengan tegas Dia mengatakan pengurus segera diganti, ungkap Mahalli.
Menurutnya Asosiasi GPEI yang dipimpinnya bukan Asosiasi yang dijuluk Asosiasi kalengan, karenanya kita akan bekerja betul dan bermitra dengan pemerintah, untuk itu pelantikan hari ini sebagai tonggak sejarah baru bagi provinsi Maluku.
Dengan begitu program pertama yang dikemukakan oleh GPEI Maluku yakni Mencerdaskan, dan akan dilaksanakan berbagai pelatihan,untuk para GPEI yang ada diseluruh kabupaten,kota di-Maluku, sehingga nantinya dapat mengetahui produk, hasil Maluku bisa berdaya saing, sekaligus dapat menembus pasar ekspor. Memang provinsi Maluku terkenal dengan hasil laut terutama ikan, namun banyak produk kita tidak diterima dengan cara ekspor langsung, kenegara tujuan harus melalui negara ketiga, seperti Thailand, Vietnam dan lainnya.
Untuk itu diperlukan, sebagai Fasilitator, Bapak Gubernur, Kapolda, Pangdam XVI Pattimura,bersama denga GPEI mengamankan semua proses ekspor hasil dari Maluku, terutama hasil laut, berupa ikan.
Mereka yang dilantik Ketum GPEI sebagai pengurus Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia provinsi Maluku, yakni sebagai ketua, Yongky Kaihatu, sekretaris Linda Melani Noya, dan bendahara Yos Kelbulan, dilengkapi dengan 4 seksi. (LY)










Komentar