oleh

Kisah Ramelzpatiorix Gubernur dan Kepala Suku yang sangat disegani dan ditakuti Raja Servius Fullius

Suarapaparisa.com, Zaman Kekaisaran, pemerintahan Romawi dipegang oleh dua kekuatan besar yakni Raja dan Senat. Dalam sejarah Dunia, tercatat ada tujuh (7), raja Romawi yang memerintah selama 240an tahun. Namun jika kita telaah zaman Romawi kuno, ada tiga elemen dasar dalam pemerintahan yakni; Pemerintahan Pusat, Militer dan Gubernur.

Ada kisah menarik tentang Raja Servius Fullius yang menyusun UU dan sistim Pemerintahan Romawi (zaman Kerajaan ± 750-510 SM). Raja Servius Fullius, merubah sistim kerajaan Romawi menjadi Republik Romawi dengan sistim dasar yang dibentuk mengacu pada gabungan peta kekuatan penguasa wilayah saat itu, dimana Raja didampingi Dewan Penasehat dan para kepala suku atau Comitia Curiata (bentuknya parlemen yang terdiri dari wakil rakyat).

Kisah pilu sang Raja yang takut pada seorang Gubernur dan kepala suku bernama Ramelzpatiorix yang berkuasa di laut tengah atau Mare Nostrum (laut kita). Mengapa Raja takut pada kepala suku ??? Sebab wilayah suku Mare Nostrum memiliki kekuatan militer yang sangat kuat disamping itu, sebagian besar hasil kerajaan Romawi, terkait pajak, hasil alam perikanan dan pertanian dll, termasuk istri raja lahir dan dibesarkan di wilayah Mare Nostrum.

Sebab itu, jika kepala suku memberontak, maka kerajaan Romawi saat itu pun akan runtuh dan bubar. Maka diantara semua kepala suku, raja sangat takut pada Ramelzpatiorix disisi lain gubernur/kepala suku Mare Nostrum dibelakang layar telah berencana makar bersama sukunya, dengan membagi kerajaan menjadi dua bagian. Gubernur pyn, memakai sebagian hasil kerajaan untuk melengkapi kekuatan militer dan mengutus wakil sukunya mencari bantuan di kuar kerajaan demi hasrat kudeta dan makar pada kerajaan.

Namun Raja telah tau kebusukan hati gubernur Ramelzpatiorix dan tak ingin kedaulatan kerajaan hancur oleh kepala suku, maka raja merencanakan sesuatu pada momentum pertunjukan binatang melawan gladiator di Colloseum. Raja Servius Fullius meminta salah satu selirnya untuk menemani gubernur di meja dadu, dan ketika gubernur tak sadarkan diri akbibat kebanyakan miras, raja pun mengutus pengawal membawa TABUT Kerajaan (barang sakral yang jika dicuri maka siapapun akan dihukum), dan mengisi pada lumbung kuda Ramelzpatiorix dan setelah sang gubernur pulang dibuka sayembaea menemukan pencuri barang tsb. Akhirnya setelah ditemukan dilumbung gubernur oleh pengawal, maka ia dibawa ke tiang gantungan dan kerajaan Roma tak jadi terpecah saat itu.

Raja tegas, sekalipun situasi genting dan drirat demi menyelamatkan kerajaan dan seluruh rakyatnya pada masa itu. Para anggota suku dan rakyat wilayah Mare Nostrum pun sadar bahwa mereka tak bisa hidup tanpa naungan kerajaan Romawi dan menulis karangan tengkorak lalu menyerahkan pada raja bahwa kesetiaan mereka pada Romawi abadi selamanya.

Kisah ini, tenggelam dalam catatan dokumen rahasia Tribune Plevis yang dianggap apokryphos, namun termaktub abadi dalam rotme kisah Pseudopygrafa.

Sungguh, kisah yang indah dalam perjalanan kebangsaan.

Cinta Kasih Menyatukan Perbedaan demi Mempertahankan Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

Salam Hormat 🙏🏼
Andy S Komber

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed