oleh

Makna Suci nan Luhur, yang Terkandung pada Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda sebagai TONGGAK Sejarah Bangsa Indonesia.

Suarapaparisa.com, Refleksi Perjalanan Bangsa selama ± 94 tahun, terawali dari gagasan dasar Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) meliputi Jong Sabang sampai Merauke. Pada tahun 1928, wilayah Papua masih berada dalam wilayah Pemerintahan Kesultanan Tidore, utusan Papua, bergabung bersama Jong Ambon sebagai wakil Kesultanan Tidore. Namun sayangnya pada masa itu belum ada transformasi teknologi secanggih saat ini, sehingga ada penolakan pihak² tertentu di Papua atas realita saat itu. Jika pun wakil Papua tak ada sebagai utusan pada momen Sumpah Pemuda, namun sejak 1969 saat Pepera hingga kini, Pemuda Papua telah bersatu dalam Bingkai NKRI dan setiap tahun, senantiasa memperbaharui ikrar sumpah janjinya melalui peringatan Sumpah Pemuda Indonesia, kita selesai pada poin ini terkait arti persatuan pemuda Indonesia. Oleh karena itu, tak perlu ada pembeda dan tarik ulur sejarah terkait keterlibatan pemuda Papua atas momentum 28 Oktober 1928, sebab Sumpah Pemuda adalah ikrar nusa bhakti yang mempersatukan seluruh pemuda dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan proses kajian dasar Sumpah Pemuda, diinisiasi para tokoh bangsa dalam tiga kali (3), rapat/kongres di tempat berbeda, menghasilkan kesepakatan bulat akan nilai persatuan dalam perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan yang hakiki atas penjajahan. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, menjadi tempat bersejarah (KJB) tepatnya di Lapangan Banteng, dimana Soegondo cs dan bung Mohammad Jamin, menghasilkan lima faktor utama pondasi persatuan dalam kepemudaan Indonesia yakni: Sejarah Bangsa, Bahasa, Hukum Adat, Pendidikan dan Kemauan. Rapat ke dua di Gedung Oost Java Bioscoop (OJB), pada Minggu 28 Oktober 1928, pembahasan terkait keseimbangan Pendidikan kebangsaan pasa dunia pendidikan dan keluarga dan pemahaman Pendidikan secara demokratis, oleh Poerbomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro dan pada hari yang sama dilangsungkan rapat ke tiga (3), di Gedung Indonesische Clubhuis (GIC) Kramat, dengan Pembahasan utama terkait perpaduan antara Nasionalisme dan demokrasi dalam masa transisi pergerakan perjuangan nasional. Pada saat yang sama, bersama W.R Supratman, digaungkan untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah Sumpah Pemuda yang berisikan komitmen pengakuan bangsa Indonesia yang bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yakni INDONESIA.

Nilai yang terkandung dalam konsepsi Sumpah Pemuda antara laun :
1. Pengakuan atas tumpah darah yang satu dalam keberagaman Nusantara

2. Pengakuan atas Kebangsaan yang satu dalam keberagaman Nusantara

3. Pengakuan akan bahasa ibu pertiwi yang satu dalam keberagaman Nusantara

Kesimpulannya ialah :
Momentum Sumpah Pemuda sebagai peletak dasar pengakuan pemuda untuk menjaga Kesetiaan dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang absolut dalam berbagai dimensi dan menjaga nilai atas kemerdekaan yang hakiki, dengan tetap mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan yang senantiasa merongrong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Cinta Kasih Menyatukan segala Perbedaan dan MerahPutihkan Indonesia Raya.

Andy S. Komber 🙏🏼

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed