Suarapaparisa.com, Konflik Pemuda Karang Taruna desa Waiheru,berawal saling bertengkar di-Media Sosial, tentang pembentukan Karang Taruna baru desa Waiheru, padahal kepengurusan Karang Taruna yang lama masih berfungsi, namun Pjs. Kades Waiheru Sitti Saoda La Sima, S.Hi mau membentuk Karang Taruna yang baru, maka diundanglah pengurus Karang Taruna yang lama untuk menghadiri rapat bersama, di Kantor Desa Waiheru.
Setelah berapat terjadilah konflik karena sudah terbawa dari konflik di Media Sosial, maka terjadilah pertengkaran mulut, semestinya karang taruna yang lama dibubarkan dulu, baru bentuk yang baru, namun tidak dilakukan, diikuti dengan pengroyokan terhadap sekretaris Karang Taruna yang lama, yang dikenal dengan panggilan Fahrul Elly, untung saja dapat diselesaikan dilerai, para saniri desa, yang kebetulan hadir.
Demikian disampaikan salah satu tokoh Masyarakat Desa Waiheru, Usman Elly kepada wartawan. Senin 6 September 2021. Menurutnya, sangat disesali pontensi konflik sudah terjadi namun aparat keamanan tidak dilibatkan agar tidak terjadi konflik yang lebih besar.
Menurut Usman Elly saat ini masyarakat desa Waiheru sudah bersepakat akan membuat surat Mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Pjs. Kades Waiheru Sitti Saoda La Sima, SH.i dan yang sudah membuat surat pertama, Mosi tidak percaya adalah BPD, ditanda tangani seluruh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) desa Waiheru,” ungkap usman Elly.
Pihaknya akan membuat surat Mosi tidak percaya kepada Pjs.Kades Waiheru Sitti Saoda La.Sima, SH.i atas seluruh kinerja yang dilakukan, dan surat ini akan diedarkan untuk ditanda tangani semua masyarakat desa Waiheru, setelah itu akan dikirim ke Pemerintah kota Ambon dengan harapan Pjs.Kades Waiheru dapat dimutasikan sebelum waktu berakhirnya masa jabatannya 26 Oktober 2021. (*)









Komentar