Suarapaparisa.com, Membuka cadar Selaput Tirai Politik Partai Golkar dimasa Transisi Kepemimpinan
Anak pedalaman Cenderawasih Papua…
Gonjang-ganjing polemik mundurnya Ketum DPP Partai Golkar secara mendadak atau terjadi diluar AD/ART Partai, menimbulkan multitafsir. Golkar sebagai Partai pemenang kedua presentasi pemilu. Memberi signal kuat pembagian kekuatan 🍰 politik kekuasaan. Segala kemungkinan bisa saja terjadi sebab kepentingan dapat menghalalkan segala cara.
Melihat polemik partai Golkar secara eksplisit terlihat jelas arah kepentingan politik tapuk kepemimpinan Partai Golkar dipersiapkan untuk siapa???. Berikut analisisnya:
1. Mundurnya Ketum Golkar pak A.H, menandakan situasi politik Golkar berjalan diluar rel AD/ART partai, praduga; ada intervensi kekuatan yang lebih besar dari pihak eksternal partai Golkar.
2. Jika Munaslub digelar sesuai mekanisme aturan partai di bulan Desember, maka dapat disimpulkan polemik partai Golkar hanya sekedar Gimik personalitas penyerahan mandat untuk kemudian Ketum Golkar pak A.H, dapat mencalonkan kembali dirinya.
3. Jika polemik pengunduran diri Ketum Golkar terkait persoalan politik hukum, maka dipastikan munaslub pasti akan digelar dalam waktu dekat ini atau sebelum desember, tepatnya di akhir atau awal bulan depan.
4. Jika pengunduran diri pak A.H sebagai politik cuci âś‹, maka dipastikan AD/ART partai Golkar tak berlaku untuk menentukan siapa Ketum baru partai Golkar, dapat dipastikan sosok Ketum partai Golkar berikutnya, berasal dari eksternal.
5. PLT Ketum partai Golkar pasti dijabat pihak internal, namun selanjutnya saat munaslub kita akan dikagetkan sosok eksternal.
6. Jika melihat dan membaca arah situasi politik setelah mundurnya Ketum Golkar secara mendadak, dapat disimpulkan bahwa sosok bung Bahlil, pak Agus Gumiwang, pak Bambang Soesatyo dll, hanya sebagai penunggang kuda hitam yang mengarahkan kursi panas Ketum DPP Golkar ke tangan pak Jokowi untuk menga Al program pemerintah selanjutnya, atau bisa jadi mas Gibran, untuk mengawal dirinya sebagai Wapres dalam pemerintahan dan memberi nilai tambah bagi posisi politik ke depannya, sebab dugaan kuat, ada ketakutan setelah pak Jokowi usai menjabat nilai kekuasaan akan lenyap dan semua tirani akan lebur berkeping². Maka dibutuhkan energi lebih untuk menambal hasrat kekuasaan.
7. Dengan mundurnya Ketum Golkar pak A.H, maka kursi kabinet wakil Golkar di pemerintahan pasti berubah sosoknya. Sebagai jika masih dipegang pak A.H, maka bung Bahlil dkk dipastikan berada diluar kabinet, namun jika Munaslub diadakan sebelum desember, maka dipastikan bung Bahlil dkk masih berleha di pemerintahan selanjutnya.
8. Keuntungan Golkar Partai hanya satu, mendapat posisi Wapres dan kursi menteri kabinet, namun kerugiannya ialah keputusan Golkar secara eksplisit tak sesuai AD/ART partai dan ini merugikan kaderisasi potensial Golkar.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Salam kebangsaan,
Salam Hormat
Andy S Komber🙏🙏










Komentar