oleh

Menteri KKP Tinjau Lokasi PT. IPA di Benjina, Kepulauan Aru

Dobo, Kepulauan Aru,– Mentri Kelautan dan Perikanan Repoblik Indonesia Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM,.IPU bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dalam rangka meninjau lokasih perusahan PT. Industri Perikanan Arafura (IPA) Benjina yang dulunya adalah PT. Pusaka Benjina Resourd (PBR), yang kini mulai beroperasi kembali, Selasa (30/11/2021).

Mentri KKP yang didampingi Dirjen Perikanan Tangkap (PT) KKP RI, Ir. Muhammad Zaini, M.M, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Muryadi, ADC Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sulaiman, Tamu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Julius Agus Salim, tiba di Bandara Pelabuhan Perikanan Benjina sekitar pukul. 11.45 Wit dengan menggunakan Pesawat pribadi dari Jakarta, disambut Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga bersama sejumlah Pejabat Forkopimda Aru.

Turun dari Pesawat, Mentri KKP dan rombongan yang didampingi Bupati dan rombongan serta pihak perusahan menuju lokasih perusahan bekas aset PBR itu dan Pelabuhan Perikanan setempat untuk meninjau secara langsung beberapa titik, diantaranya; dermaga penampungan yang kelihatan sudah lapuk karena termakan usia yang harus diperbaiki, meninjau kondisi Kapal-Kapal yang sebagian besarnya harus diperbaiki juga dan meninjau Kolstoring perusahan yang sekian tahun ditinggal tetapi masih aktif.

Selain itu, mereka juga melihat Masterplen rencana pembangunan Infrastruktur perusahan yang bergerak di bidang Perikanan itu, serta meninjau satu Dermaga Beton yang baru dan dua unit Kapal lama yang telah diperbaiki oleh pihak perusahan dan siap beroperasi kembali.

Dalam kunjungan Mentri KKP ini diketahui ingin mengkaji pengoperasian kembali Pelabuhan Perikanan Benjina yang akan menjadi infrastruktur pendukung implementasi kebijakan penangkapan Ikan yang terukur.

Pelabuhan Perikanan yang sempat beroperasi hingga tahun 2014 itu, diketahui memiliki dermaga dengan kapasitas tampung hingga 100 Kapal, dengan panjang dermaga mencapai 62 Meter.

Dalam bincang-bincangnya dengan pihak Pemilik Saham dan Direktur Utama PT. Industri Perikanan Arafura, Mentri KKP menegaskan agar pihak Perusahan lebih mengutamakan keterlibatan Nelayan Lokal, sistem pengrekrutan tenaga kerja harus mengutamakan masyarakat lokal dan harus memperhatikan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar.

Bukan hanya itu, pihak perusahan juga diminta untuk tidak hanya fokus pada penangkapan Ikan di laut, tetapi juga harus melakukan budi daya sehingga semakin banyak menyerap tenaga kerja.

Mentri juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru agar memberikan dukungan kepada beroperasi kebalinya perusahan perikanan itu, sehingga membuka lapangan pekerjaan dan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah setempat.

“Pa Bupati ini harus didukung ya, sehingga ekonomi masyarakat disini bisa kembali berkembang, pasar-pasar bisa dibuka kembali untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya sembari menatap Bupati Gonga.

Ir. Sakti Wahyu Trenggono berharap dengan kembali beroperasinya infrastruktur Pelabuhan Perikanan Benjia, akan mendukung mata pencaharian masyarakat sekitar sebagai nelayan.

Total Kapal bekas peninggalan PT. PBR yang saat ini sedang di perbaiki PT. Industri Perikanan Arafura di Ambon berjumlah 36 Kapal, dan informasih yang diterima media ini, setelah kapal-kapal ini selesai di perbaiki, direncakan sudah bisa beroperasi pada Bulan Januari 2022 mendatang.

Kementrian Kelautan dan Periakan (KKP) RI siap mendukung penuh Pemerintah Daerah dalam mengelola Pelabuhan Perikanan Benjina kedepannya. (Nus.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed