oleh

Mis Komunikasi Bukan Tolak Peliputan, Ini Kata Kabid SMK Maluku

Ambon, Suarapaparisa.com,– Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Anisah, mengatakan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Ambon, Nur Alydrus akan dibina setelah tersiar kabar ada dugaan menolak wartawan meliput ujian sekolah, Senin kemarin. Ia menjelaskan, insiden tersebut bukanlah penolakan melainkan disebabkan masalah komunikasi.

“Kabid kepada wartawan, meminta maaf atas apa yang terjadi pada saat pelaksanaan ujian sekolah hari pertama di SMA,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 5 Maret 2024.

Menurutnya, masalah tersebut menunjukkan situasi komunikasi antara sekolah dan media mengalami hambatan karena kepala sekolah yang baru menjabat belum sepenuhnya memahami cara berkomunikasi dengan wartawan. Ini bisa menjadi hal wajar dalam proses transisi kepemimpinan. Salah satu solusi bisa melibatkan dukungan tambahan dalam komunikasi media bagi kepala sekolah baru untuk memastikan hubungan yang baik dengan wartawan dan meminimalkan kemungkinan kesalahpahaman.

“Ibu Kepsek itukan baru, jadi komunikasi dengan wartawan belum familiar seperti kepsek yang lama,” ujar Anisah.

Kabid lalu menjelaskan, bisa jadi kepala sekolah baru tersebut sedang sibuk dengan tugas-tugas yang mendesak yang mengakibatkan kurangnya komunikasi dengan media. Dalam situasi seperti itu, penting untuk memiliki pengaturan yang baik dan delegasi tugas yang efisien untuk memastikan seluruh aspek penting dari kepemimpinan, termasuk komunikasi dengan media, dapat ditangani dengan baik.

“Dia saat ini kan harus ikut untuk program SMK pusat keunggulan, cuma dia lanjutkan, jadi ada zoom yang harus mereka lakukan saat itu,” jelas Anisah.

Olehnya itu, dia akan memanggil Kepala Sekolah untuk bertemu dengan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas agar diberikan pembinaan. Hal ini menunjukkan komitmen untuk membantu kepala sekolah memperbaiki keterampilan dan pemahaman dalam berkomunikasi dengan media, sekaligus memastikan situasi serupa tidak terulang di masa depan dan hubungan antara sekolah dan media dapat dikelola dengan lebih baik.

“Jadi tidak serta-merta kita berhentikan. Jadi kami minta maaf. Selesai ujian sekolah, kita panggil kepala sekolahnya,” tutup Anisah. (E.M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed