oleh

Mudik Lebaran 2024, Dishub Maluku Evaluasi Angkutan

Ambon, Suarapaparisa.com – Dinas Perhubungan Provinsi Maluku menyelenggarakan Apel Pembukaan Posko Monitoring dan Evaluasi Angkutan pada mudik Lebaran 2024.

Kepala Dinas Dishub, M. Muhammad mengatakan, penyelenggaraan kegiatan dimaksud untuk menghadapi arus lebaran. Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan seluruh Dishub kabupaten/kota se-Maluku, pemerintah pusat dan kepolisian.

“Dalam rapat itu, kami menegaskan Dishub kabupaten/kota melakukan ramcek untuk memastikan angkutan pada masa monitoring jelang lebaran tahun 2024, semua layak beroperasi,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan pengawasan pemenuhan persyaratan teknis dan layak jalan melalui inspeksi keselamatan LLAJ (Rampcheck) terhadap angkutan umum, semata-mata untuk mewujudkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan jelang lebaran.

“Kemudian kami minta juga kepada KSOP untuk melakukan ramcek terhadap kapal. Pihak Angkasa Pura untuk memperhatikan kelayakan pesawat terbang dan seterusnya,” ujar Malawat.

Kadis lalu menekankan tentang pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menjaga humanitas untuk memastikan interaksi positif antar petugas dan masyarakat, sekaligus memberikan pelayanan yang ramah dan menghindari kekerasan dalam segala bentuknya.

“Saya minta kepada seluruh personil untuk lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, dimana harus tetap humanis sehingga tidak ada kekerasan,” pintanya.

Kadis lalu merincikan jumlah armada angkutan yang dioperasikan untuk melayani pemudik. Berikut rinciannya.

1. Armada angkutan kota dalam provinsi.

Ada 683 unit yang beroperasi di Pulau Ambon, 15 armada Damri, 117 unit untuk pelayanan pemudik di Pulau Seram. 142 unit di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara dan 6 unit di Kota Namlea, Kabupaten Buru.

2. Armada penyeberangan.

Berjumlah 27 kapal perintis, diantaranya 5 kapal perintis rute antar provinsi, 10 kapal rute antar kabupaten di Provinsi Maluku dan 13 kapal untuk rute didalam wilayah kabupaten.

3. Angkutan laut.

Kapal yang beroperasi berjumlah 7 kapal tol laut, 10 kapal Pelni dan 19 kapal perintis. Khusus untuk kapal Pelni, ada tambahan 3 kapal untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yaitu KM. Gunung Dompu, KM. Ciremai dan KM. Sinabung (Rute barat dan timur).

4. Armada udara.

Terdapat 11 rute perintis, yakni Ambon-Banda, Ambon-Wahai, Ambon-Kisar, Langgur-Larat, Saumlaki-Larat, Moa-Saumlaki, Kisar-Moa, Banda-Amahai, Kisar-Kupang, Langgur-Mimika dan Amahai-Fakfak.

Kemudian ada 7 rute komersial untuk Lion Air rute Ambon-Langgur. Wings Air rute Ambon-Namlea-Langgur-Samulaki-Dobo. Trigana rute Ambon-Namrole-Kufar-Moa.

Rute nasional dari Jakarta-Surabaya-Makassar-Ternate- sorong.

Sebanyak 105 Personil Dishub yang dikerahkan. Mereka menempati posko di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Terminal Tipe B Batu Merah, Pelabuhan Galala-Tulehu-Hunimua-Tahoku-Hitu dan Bandar Udara Pattimura.(E.82)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed