SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Menyikapi tingginya angka kecelakaan Lalu Lintas di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru yang diduga sebagian besarnya disebabkan karena Minuman Keras (Miras), Operasi Zebra Salawaku Tahun ini di Aru lebih difokuskan kepada penanganan Miras.
Hal ini disampaikan Kapolres Kepulauan Aru AKBP. Dwi Bakthiar SH,. MH kepada sejumlah Wartawan di Polres Kepulauan Aru usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Salawaku tahun 2023.
“Untuk di Aru sendiri, ini kan kemarin kita juga tau bersama ada beberapa kejadian-kejadian Laka yang disebabkan kebanyakan dari Miras, jadi mungkin kita lebih fokus terkait masalah penanganan Miras,’’ ujarnya.
Kapolres mengaku tidak mau dibenturkan dengan tradisi atau adat yang ada di Kepulauan Aru, karena Beliau sangat memahami dan menghormati adat, tetapi yang menjadi permasalahan adalah, apakah adat itu dapat merugikan Masyarakat, atau apakah adat itu dapat mencelakakan Masyarakat, sehingga terkait hal ini, Polres Aru akan membuat sebua rumusan untuk bagaimana penanganan Miras tetap berjalan sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena Miras.
“Saya juga tidak mau dibenturkan dengan adat, karena memang itu adat, saya tau, saya pahan dan saya sangat menghargai dan menghormati adat, tetapi yang jadi masalah adalah apakah adat itu merugikan Masyarakat kita, apakah adat itu mencelakakan warga kita nda mungkin juga kan,’’ ujar Kapolres.
“Jadi mungkin nanti kita akan buat rumusan untuk lebih bagaimana caranya melakukan penanganan masalah Kamseltibcarlantas, tetapi terkait tentang Miras,’’ sambungnya.
Menurut Kapolres, data menunjukan bahwa angka kecelakaan lalu lintas tahun ini yang disebab oleh Miras mengalami peningkatan signifikan, sehingga pihak Polres Aru dalam melakukan Operasi Zebra Salawaku tahun 2023 akan lebih kepada penanganan Miras.
“Kalau di tahun 2022 ada kenaikan (kecelakaan lalu lintas oleh karena Miras Reed) tetapi tidak terlalu signifikan seperti tahun ini,’’ tutupnya. (NM)










Komentar