Suarapaparisa.com, SMK Negeri 7 Ambon, para siswa yang akan diterima harus mengikuti test kesehatan, yang berlangsung selama 2 hari. Penerimaan siswa baru untuk SMK Negeri 7 Ambon mengalami kesulitan untuk memenuhi kuota ,khusus pada komptensi Krya, yang terdiri dari Kriya logam, Krya Batik Tenun. “Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri 7 Ambon, Amri Peluw, S.Pd saat ditemui diruang kerjanya, Jumat 25 Juni 2021.
Diungkapkan, untuk kebutuhan kompetensi PKJ, Multi Media dapat terpenuhi namun khusus untuk kompetensi Krya sulit untuk terpenuhi, terutama untuk komunitas seninya namun bukan secara umum. Dia berharap untuk tahun 2021 ini siswa di distribusi secara merata di setiap kompetensi yang dinutuhkan tiap romber, karena ada 7 kompetensi dan 2 program keahlian.
Sementara itu Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru baru, Ny. CH.. Leatemia, S.Pd mengatakan siswa yang sudah mendaftar ulang, sebanyak 235 siswa, dari pendaftaran pertama 430 siswa, setelah di regristrasi ulang selanjutnya 235 siswa tersebut diharuskan mengikuti test kesehatan, yang dijalani selama 2 hari terbagi atas 3 sesi, hari pertama untuk kompetensi PKJ dan Multimedia, sedangkan hari berikutnya test kesehatan untuk Perfilman dan Musik.
Pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Benteng dan yang diperiksa tinggi badan, telinga, mata, hidung dan berat badan. Para siswa dikenakan biaya administrasi kesehatan sekolah dan biaya untuk Puskesmas keseluruhannya sebesar 40 ribu rupiah.
Hasilnya para siswa mendapat surat lulus kesehatan dari Dokter yang bertugas di Puskesmas, dan setelah para siswa dinyatakan sehat, mereka di proses dalam absensi.
Diharapkan para siswa yang sudah masuk memiliki minat dan bakat sesuai masing-masing kompetensi yang nantinya dapat dikembangkan di lembaga ini, “tutup Leatemia. (L2B)






Komentar