oleh

Pengurus DPP Setya Kita Pancasila Makan Siang Bersama Pembina Brigjen TNI Junior Tumilaar

Suarapaparisa.com, Sekjen Setya Kita Pancasila Meyske Yunita dengan ditemani beberapa pengurus DPP Bertepatan di Hari Ulang Tahun TNI, Selasa 5 Oktober 2021, makan siang dengan Irdam Kodam XIII Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar yang masih berada di jakarta setelah selesai memberikan keterangan beberapa waktu lalu Pada PUSPOM, tentang duduk permasalahan yang terjadi tempo hari di Manado.

Irdam Kodam XIII ini terlihat sehat dan bersemangat yang memang menjadi ciri pribadinya.

Brigjen TNI Junior dalam kesempatan ini bercerita senang sekali dapat melihat anaknya di bandung, dan bisa kembali mengingat masa-masa saat beliau mengajar di Bandung.

Jendral Berbintang satu yang saat ini sedang menjadi berita hangat karena membela seorang buta huruf tempo hari sampai mengirmkan surat terbuka kepada Kapolri, menyatakan itu adalah spontanitas, jiwanya terpanggil untuk membela Ary Tahiru, karena bagaimana apabila saya berada di posisinya,”ungkap Perwira yang pernah bertugas di Ambon Manise ini.

Irdam Kodam XIII ini memuji Bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit yang sekarang memang makin terasa Polri Membantu masyarakat dan menegakan Hukum,”pungkasnya dengan nada tegas.

Saya sebagai Tentara adalah Abdi Negara dan artinya Abdi Rakyat dan tunduk kepada Hukum dan UU yang berlaku di Negara ini tanpa terkecuali, semua Orang mesti taat dan patuh serta tunduk kepada Hukum di negara ini entah siapapun baik dia kaya atau miskin baik dia orang biasa maupun mempunyai kedudukan.

Lanjutnya lagi, masalah Tanah itu sudah Inkrah atas putusan mahkamah agung dan itu adalah hak daripada pemilik tanah tsb dalam hal ini adalah Ary Tahiru yang sempat dipersoalkan karena dianggap menyerobot tanah, dan Babinsa yang dipanggil disitu sifatnya memberikan sosialisasi saja dan justru membantu Aparat penegak hukum justru yang memang pelaksanaan penegakan hukum berdasarkan putusan mahkamah agung itu.

Tambahnya lagi, TNI dan Polri ini adalah elemen utama penjaga kedaulatan stabilitas dan penegakan hukum dan sistem pertahanan utama semesta yan memang disitu langsung terlibat secara aktif dengan masyarakat, karena itu konstruksi yang tidak dapat dipisahkan juga, dari rakyat untuk rakyat menjaga rakyat dan negara.

Oleh karena itu, maka saya menegaskan saja kepada Ciputra untuk dapat memberikan solusi yang ideal dan tepat dan mengikuti aturan yang ada dan tata kelola management yang lebih akuntabel lagi dalam bisnis dan usaha usahanya yang menyentuh kepada tanah tanah masyarakat,”(ujarnya.

Presiden kita sendiri mendukung Masyarakat adat ini dengan membagi-bagikan sertifikat-sertifikat agar masyarakat yang memang sudah dari dulu memiliki tanah itu secara turun temurun dan secara adat istiadat dan diatur dalam hukum hukum kearifan lokal itu sendiri, mereka menjadi mutlak memiliki tanah tanah itu sendiri dan tercatat di negara ini secara sah supaya jelas kepemilikannya.

Atas Upaya yang dilakukan itu mari kita juga mendukungnya dengan baik supaya semuanya berjalan dengan benar dan baik, dan untuk para Investor pengembang perumahan dsb, menjadikan hal seperti kemarin itu pembelajaran, supaya kita masyarakat juga ikut merasakan kebaikan daripada usaha para pengembang itu sendiri, untuk ikut membangun tapi tetap memperimbangkan dan melihat aspek keadilan bagi masyarakat,”Ujarnya Sambil menyeruput Kopi Hitamnya dicangkir.

Mengakhiri pertemuan dengan pengurus DPP Setya kita Pancasila dan berfoto bersama, Brigjen TNI Junior Tumilaar, yang memang juga adalah salah satu dari pembina Organisasi Setya Kita Pancasila, berpesan, agar untuk selalu tegak lurus dan benar-benar berpandangan kepada nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dan Pola Pikir serta tindakan kita sebagai masyarakat Bangsa Indonesia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed