Suarapaparisa.com. Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau Ambon, Pendeta Wem Ayal didampingi Ketua Majelis Jemaat GPM Bethesda Pendeta Ny. M Horhoruw secara resmi membuka persidangan Jemaat GPM Bethesda ke-38 ditandai dengan membunyikan lonceng berlangsung di gereja Bethesda Airsalobar, 27 Pebruari 2022.
Persidangan Jemaat GPM Bethesda ke-38 tahun 2022, diawali dengan ibadah pembukaan dipimpin Pendeta Dr. John Ruhulessin, dengan khotbahnya dari firman Tuhan Kitab Matius,pasal 16 ayat 21 hingga 28,yang mengetengahkan pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat mengikut dia.
MPK GPM Pulau Ambon Pdt.Wem Ayal dalam arahan pembukaan sidang mengungkapkan, kita mngetahui bersama bukan karena kekuatan dan kemampuan kita dalam mejalani hidup ini, namun hanya pertolongan Allah, yang merawat bahkan membela, kehidupan kita di tengah-tengah tantangan, pandemi covid 19, maupun transformasi digital dan inilah pergumulan gereja dalam tantangan alam, tetapi juga dalam tantangan sosial, kemanusiaan,
Pelaksanaan sidang-sidang jemaat,ditahun 2022, diseluruh wilayah GPM, itu dilakukan setelah GPM melaksanakan sebuah agenda, organisasi penting yakni sidang ke-42 Majelis Pekerja Lengkap Sinode GPM pada akhir Oktober 2021 di klasis Key Besar, dimana dalam sidang tersebut ditetapkan berbagai kebijakan, serta berbagai keputusan, terkait dengan penataan pelayanan gereja, dimasa pandemic Covid 19, yang mana sebagai gereja yang hidup, erus berbenah diri dengan melakukan perubahan, seiring dengan dinamika perkembangan dunia, dan masyarakat yang semakin cepat, ditengah adaptasi kebiasaan baru, dan era transformasi digital.
Peserta yang bersidang,dalam persidangan jemaat Bethesda yang ke 38, ini, dimana setiap peserta, harus memaknai kehadirannya, dalam persidangan ini, sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan, untuk memberi arah bagi pelayanan jemaat yang didasari dengan legalitas, pengembangan pelayanan, di tahun ini.
Sementara itu, Keua Majelis Jemaat GPM Bethesda Pdt.Ny.M.Horhoruw dalam wawancaranya mengatakan, persidangan jemaat ini adalah agenda gerejawi, yang harus kita lakukan sebagai wujud komitmen kita bersama, untuk membangun gereja, karenanya jemaat Bethesda, tetap konsisten, untuk melaksanakan persidangan jemaat, kami patut memberikan apresiasi, karna mekanisme yang dijalani, yakni 9 sektor pelayanan memasukan pandangan umum mereka,itu berarti, laporan pelayanan, program dan keuangan, tidak sebatas konsumsi pesrta sidang tapi semua stackeholder, yang ada di jemaat Bethesda. Kiranya persidangan yang ke 38 ini, para peserta persidangan diharapkan lebih dewasa, guna menopang pelayanan, karena yang hadir adalah peserta dari sector-sektor pelayan mereka akan memberikan kontribusi, bagi pengembangan pelayanan kedepan.tutup Pdt.Ny.M.horhoruw. (*)









Komentar