oleh

Prasasti Pulau Papua Bercorak Merah Putih di Depan Tugu Pembebasan Irian Barat

SUARAPAPARISA.COM, Refleksi kebangsaan (…), Kejayaan bumi Nusantara, Kicauan Cenderawasih Papua.

Makna pembebasan Irian Barat dalam manifesto tugu Irian Barat sangat abstrak. Mengapa ???, sebenarnya yang dibebaskan ” manusia/orang pribumi Papua ataukan Pulau Papua nya “. Sebab jika yang dibebaskan dari tangan kolonialis Belanda adalah manusia beserta pulaunya, maka harus termaktub dan dilengkapi dalam kisah perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pepera adalah bukti realita sejarah yang terkenang abadi, sebagai dasar pengakuan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia atas pulau Papua, sebagai bagian intergral, satu dan tak terpisahkan.

Manifestasi lambang titik sentral sejarah integral Rakyat dan Pulau Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia tergambar dari Tugu Prasasti Pembebasan Irian Barat. Ada hal dasariah yang tak pernah kita sadari bersama bahwa hubungan antara Pulau Papua dan Manusia nya satu tak terpisahkan. Oleh sebab itu harus ada penyatuan konsep dari lambang integrasi Papua dalam bingkai NKRI. Namun jika kita telaah jauh ke dalam, ketika nama Irian Barat (IRIAN), dirubah menjadi Papua, maka saat itu pula secara harafiah abstraksi terjadi pergeseran makna dasar filosofi, fisiologis, antropologi, psikologis dan estetika akan nilai Patriotik Nasionalisme

Luar biasa menelisik sejarah pembangunan tugu prasasti Pembebasan Irian Barat oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1963, dimana Bung Karno terinspirasi oleh Tokoh Pahlawan Nasional asal Papua Mayor Johanes Abraham Dimara (TNI ALRI), ia mengenakan borgol besi yang terputus sebagai lambang pembebasan dan kemerdekaan masyarakat Papua dari kolonialis Belanda. Saat terlintas di depan Istana Negara, Bung Karno terinspirasi untuk mendirikan prasasti pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng Jakarta. Dengan menggandeng tiga arsitek seniman ternama andalan Indonesia kala itu; ( bung Friedrich Silaban, bung Edhi Sunarso dan, dan bung Henk Ngantung ). Hingga kini prasasti tersebut masih tetap kokoh dan menjadi dasar ponakan Papua dalam bingkai NKRI.

🗽🗽🗽🗽🗼🗼🗼
*Mohon Pertimbangan Negara 🙏🏼:*

Bangunlah Jiwa dan Badannya, artinya Pemerintah hendaknya mempertimbangkan untuk membangun pula; *Tugu Pulau Papua bercorak Merah🇮🇩Putih.* di depan area Tugu Pembebasan Irian Barat. Artinya; secara simbolik, lengkaplah sudah integrasi Manusia Papua beserta Pulau ” konsep bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya “. Dengan di bangun nya Prasasti Tugu Pulau Papua, di depan area patung Irian Barat, maka akan terpampang jelas, nilai, corak, dan makna dasariah Manusia dan Pulau Papua adalah bagian utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mohon pertimbangan khusus bapa Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Presiden terpilih bapa Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, serta semua pihak terkait, untuk melengkapi area patung Pembebasan Irian Barat dengan mendirikan prasasti Pulau Papua bercorak Merah🇮🇩Putih tepat di depan bagian bawah dari patung tersebut. Sebagai pertanda bahwa orang Papua dan Pulau Papua adalah bagian integral yang akan bertahan *Alfa dan Omega dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.*

MERDEKA 🇮🇩 MERDEKA!!!! Indonesia Mercusuar Dunia

Salam NKRI
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩,

Salam Hormat,

Andy S Komber 🙏🏼
Konseptor / Pengagas

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed